<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>Jejak dan Arah</title>
                <atom:link href="https://jejakdanarah.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jejakdanarah.com/</link>
                <description>Menulis Jejak. Menentukan Arah : Ruang bagi perempuan dewasa yang tidak lagi hidup reaktif, tetapi sadar dan bertanggung jawab atas arah hidupnya.</description>
                <lastBuildDate>Sat, 17 Oct 2026 23:04:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://jejakdanarah.com/</generator>
                <image>
                    <url>https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/logo/icon-jejak-dan-arah.png</url>
                    <title>Jejak dan Arah</title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Shibori, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda lewat Olah Kain]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-109-shibori-peluang-usaha-kreatif-anak-muda-lewat-olah-kain</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-109-shibori-peluang-usaha-kreatif-anak-muda-lewat-olah-kain</guid>
                    <pubDate>Sat, 17 Oct 2026 23:04:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Shibori membuka peluang usaha kreatif anak muda lewat motif kain unik, produk fesyen, dan pemanfaatan kain tidak terpakai dengan pendekatan bernilai tambah.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejakdanarah.com</strong> - Teknik olah kain shibori dinilai berpotensi menjadi pilihan usaha kreatif bagi anak muda. Kebebasan membentuk motif, mengeksplorasi warna, serta mengembangkan beragam produk menjadi daya tarik teknik ini untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai jual.</p>
<p>Peluang tersebut dibahas dalam acara Shibori Story yang berlangsung di Artotel, Surabaya, pada 17 Oktober 2026. Dalam kegiatan ini, M Lukman selaku narasumber mengulas pengembangan shibori, mulai dari kaos dengan desain personal hingga pemanfaatan kain yang tidak lagi digunakan. Eksplorasi tersebut membuka kemungkinan produk di luar lembaran kain, seperti tas, penutup tempat tisu, dan hiasan dinding.</p>
<p>&ldquo;Dan ide gagasan itu kalau nggak digerjakan nggak akan muncul,&rdquo; ujar M Lukman dalam acara Shibori Story.</p>
<p><strong>Teknik Shibori Membuka Ruang Eksplorasi Motif</strong></p>
<p>Shibori dibahas sebagai teknik mengolah kain untuk memunculkan motif melalui lipatan, ikatan, atau jepitan. Pilihan bentuk lipatan dan cara menjepit kain memberi ruang bagi pembuat untuk mengeksplorasi pola yang berbeda.</p>
<p>Menurut Lukman, karakter tersebut berpeluang menarik minat anak muda yang menyukai warna atraktif dan bentuk abstrak. Shibori tidak hanya dipandang sebagai keterampilan membuat motif, tetapi juga sebagai media untuk mengembangkan desain sesuai selera pembuatnya.</p>
<p>Narasumber mengaitkan peluang itu dengan ketertarikan anak muda pada mural. Semangat berekspresi melalui warna dan bentuk dapat diterjemahkan ke media kain, lalu dikembangkan menjadi produk yang dapat dikenakan atau digunakan sehari-hari.</p>
<p><strong>Peluang Usaha dari Kaos hingga Produk Dekorasi</strong></p>
<p>Kaos menjadi salah satu contoh produk yang disorot dalam pembahasan. Melalui teknik shibori, pembuat dapat mengeksplorasi penempatan pola dan kombinasi warna untuk menghasilkan desain yang terasa personal.</p>
<p>Desain tersebut dapat ditawarkan kepada lingkungan pertemanan sebagai langkah awal memperkenalkan karya. Keunikan motif menjadi salah satu daya tarik yang bisa dikembangkan, terutama bagi pembeli yang menginginkan produk dengan karakter berbeda.</p>
<p>Meski demikian, narasumber menyoroti pengembangan usaha yang belum memiliki fokus. Eksplorasi teknik perlu diikuti arah produk yang lebih jelas agar kegiatan membuat shibori tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan.</p>
<p>Pembahasan ini menempatkan shibori bukan hanya sebagai aktivitas keterampilan, melainkan sebagai gagasan usaha yang masih membutuhkan pengembangan dan pengenalan lebih luas.</p>
<p><strong>Kain Tidak Terpakai Berpeluang Diolah Kembali</strong></p>
<p>Selain produk fesyen, narasumber mengangkat kemungkinan memanfaatkan kain yang tidak lagi digunakan, termasuk bahan dari hotel. Kain tersebut dapat diolah dengan teknik shibori dan diarahkan menjadi produk lain.</p>
<p>Untuk bahan yang kurang sesuai dijadikan pakaian, narasumber menyebut pilihan produk seperti tas, penutup tempat tisu, penutup galon, hingga hiasan dinding.</p>
<p>Gagasan ini membuka ruang pemanfaatan kembali bahan. Namun, potensi tersebut belum disertai data dalam transkrip mengenai jenis kain, jumlah bahan yang tersedia, maupun dampak lingkungan dari proses pengolahannya.</p>
<p><strong>Kesabaran Menjadi Bagian dari Nilai Karya</strong></p>
<p>Di luar peluang bisnis, narasumber menekankan pentingnya waktu dalam proses berkarya. Pembuatan motif tidak selalu harus mengikuti pola pelatihan singkat yang menuntut hasil selesai dalam satu pertemuan.</p>
<p>&ldquo;Tidak harus instan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Perancangan pola, pembentukan motif, dan pemilihan warna digambarkan sebagai proses yang dapat dilakukan secara bertahap. Warna tidak sekadar dipilih berdasarkan kesukaan, tetapi juga dipertimbangkan untuk menonjolkan motif yang dibentuk.</p>
<p>&ldquo;Karena pinginnya hasilnya maksimal,&rdquo; kata Lukman.</p>
<p>Bagi anak muda, peluang shibori terletak pada pertemuan antara kebebasan berekspresi dan kesungguhan mengembangkan karya. Eksplorasi motif dapat menjadi titik awal, sementara fokus produk dan proses yang tekun menjadi bagian penting untuk membawa gagasan itu menuju usaha.</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/1000066830.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Shibori stories di Artotel Surabaya]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Bisnis]]></category><category><![CDATA[Feature]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[GMNI Surabaya Raya Asah Nalar Kritis Kader Lewat Jurnalistik]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-108-gmni-surabaya-raya-asah-nalar-kritis-kader-lewat-jurnalistik</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-108-gmni-surabaya-raya-asah-nalar-kritis-kader-lewat-jurnalistik</guid>
                    <pubDate>Sat, 17 Oct 2026 15:25:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[GMNI Surabaya Raya dan RLD melatih 28 kader jurnalistik untuk memperkuat nalar kritis, memverifikasi informasi, dan menyusun kritik berbasis data.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>Jejakdanarah.com</strong> - Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menyampaikan pendapat perlu berjalan beriringan dengan kecakapan memeriksa fakta. Tanpa itu, kritik berisiko berhenti sebagai reaksi, sementara informasi yang keliru dapat membentuk cara pandang publik.</span></p>
<p>Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Pelatihan Jurnalistik Batch #3 yang digelar DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Raya bersama Rumah Literasi Digital (RLD) di The Alana Hotel Surabaya, Jumat (16/10/2026).</p>
<p>Mengusung tema Merawat Nalar Kritis dalam Penulisan & Jurnalisme, kegiatan ini diikuti 28 kader dan alumni GMNI. Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi dan Wakil Ketua Umum Bidang Migas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Tri Prakoso hadir menekankan pentingnya literasi dan argumentasi berbasis fakta.</p>
<p><strong>Menguji Informasi Sebelum Mengambil Sikap</strong></p>
<p>Marhaen menilai, keterampilan jurnalistik dapat memperkuat kapasitas kader gerakan mahasiswa dalam menghadapi hoaks, framing, dan informasi yang berpotensi menyesatkan.</p>
<p>Menurut dia, pembelajaran jurnalistik relevan dengan proses kaderisasi GMNI yang juga mengenal propaganda dan agitasi. Kemampuan memilah informasi dibutuhkan agar kader mampu memahami persoalan secara lebih utuh sebelum menyampaikan pendapat.</p>
<p>&ldquo;Banyak informasi yang mengandung hoaks, framing, maupun informasi dengan tujuan yang tidak jelas. Jika tidak memiliki kecakapan literasi dan kemampuan menyampaikan opini secara kritis, kita bisa terjerumus pada hal-hal yang kurang baik,&rdquo; kata Marhaen.</p>
<p>Ia juga mendorong keterlibatan Persatuan Alumni (PA) GMNI dalam pelatihan berikutnya. Kolaborasi kader dan alumni diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperluas wawasan generasi muda.</p>
<p><strong>Kritik Perlu Disertai Data dan Analisis</strong></p>
<p>Tri Prakoso menegaskan, jurnalistik tidak hanya dibutuhkan oleh wartawan. Prinsipnya dapat digunakan siapa pun untuk menguji informasi, membaca situasi, dan menelusuri kepentingan di balik sebuah peristiwa.</p>
<p>Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai perang pikiran, yaitu situasi saat informasi digunakan untuk membentuk opini dan memengaruhi cara pandang masyarakat.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, kritik terhadap kebijakan perlu disertai pemahaman mengenai persoalan yang dihadapi, pihak yang memperoleh manfaat, serta dampaknya bagi masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Belajar jurnalistik tidak berarti kita harus menjadi wartawan. Lebih dari itu, jurnalistik merupakan sarana untuk melatih nalar kritis, membaca situasi, menguji informasi, dan memahami motif di balik sebuah peristiwa,&rdquo; ujar Tri.</p>
<p>Ia mendorong kader memadukan keterampilan jurnalistik dengan analisis akademik agar gagasan yang disampaikan memiliki landasan intelektual dan bukti yang memadai.</p>
<p><strong>Dari Penulisan hingga Konten Digital</strong></p>
<p>Selain memperkuat nalar kritis, pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan praktis yang relevan di era digital. Materi mencakup penulisan artikel berbasis search engine optimization (SEO), foto jurnalistik, prinsip peliputan aman (safe reporting), serta pembuatan dan pengelolaan konten media sosial.</p>
<p>Lima pemateri yang terlibat ialah Koordinator Pewarta Foto Indonesia (PFI) Wilayah Indonesia Timur Ali Masduki, Direktur RLD Andika Ismawan, praktisi AI Filmmaker RLD Deni Edi Santoso, pegiat media sosial Eko Edi Rangkutih, dan pengembang web RLD Fatchur Rohman.</p>
<p>Sekretaris Jenderal GMNI Surabaya Raya Alif Susilo Yusuf Hadiwijoyo mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membuat kegiatan berjalan lancar dan memberikan tambahan wawasan bagi peserta.</p>
<p>Ia berharap kolaborasi GMNI Surabaya Raya, RLD, dan The Alana Hotel Surabaya dapat berlanjut untuk mendukung peningkatan kapasitas kader.</p>
<p>Penguasaan teknik jurnalistik menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk terlibat dalam ruang publik. Namun, kemampuan menulis dan memproduksi konten perlu disertai ketelitian memeriksa fakta, keberanian menguji informasi, serta kesanggupan menyusun kritik yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Sebab, kualitas gagasan tidak hanya ditentukan oleh seberapa lantang disampaikan, tetapi juga oleh seberapa kuat fakta dan argumentasi yang mendasarinya.</p>
<blockquote>
<p>Baca juga : <a href="https://jejakdanarah.com/news-106-spaghetti-hitam-the-alana-hotel-surabaya-kreasi-seafood-chef-anton-untuk-halloween">Spaghetti Hitam The Alana Hotel Surabaya, Kreasi Seafood Chef Anton untuk Halloween</a></p>
</blockquote>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/pelatihan-jurnalistik-gmni-surabaya-raya-batch-3.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Peserta dan narasumber berfoto bersama dalam Pelatihan Jurnalistik Batch #3 GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel Surabaya, Jumat (16/10/2026).]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Feature]]></category><category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional, Petikemas Global Tumbuh 78,69 Persen]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-107-terminal-teluk-lamong-raih-dua-penghargaan-internasional-petikemas-global-tumbuh-7869-persen</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-107-terminal-teluk-lamong-raih-dua-penghargaan-internasional-petikemas-global-tumbuh-7869-persen</guid>
                    <pubDate>Sat, 17 Oct 2026 15:08:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura. Arus petikemas internasional tumbuh 78,69 persen hingga Agustus]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #3598db;"><strong>SURABAYA, jejakdanarah.com</strong></span><span style="font-size: 1.1rem;"> &mdash; PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih dua penghargaan dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2026. Penghargaan tersebut diserahkan di Pullman Singapore Orchard, Singapura, pada 14 Oktober 2026.</span></p>
<p>TTL menerima penghargaan &ldquo;Port/Terminal of the Year &ndash; South East Asia 2026&rdquo;, sedangkan Direktur Utama TTL, David P. Sirait, memperoleh penghargaan &ldquo;Port/Terminal Visionary of the Year 2026&rdquo;.</p>
<p>Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Chairman Global Ports Forum, Thomas Ng. David menerima penghargaan tersebut bersama sejumlah perwakilan manajemen TTL.</p>
<p>Pencapaian ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi, serta mengembangkan operasional terminal yang kompetitif dan berkelanjutan.</p>
<p>&ldquo;Penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan TTL, kepercayaan pelanggan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,&rdquo; ujar David.</p>
<p><strong>Arus Petikemas Internasional Tumbuh Signifikan</strong></p>
<p>Prestasi di tingkat global tersebut sejalan dengan perkembangan kinerja operasional TTL. Hingga Agustus 2026, arus petikemas yang dikelola perusahaan mencapai 2.027.914 TEUs, meningkat 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Pertumbuhan lebih tinggi tercatat pada arus petikemas internasional yang mencapai 389.682 TEUs atau naik 78,69 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).</p>
<p>Peningkatan tersebut ditopang oleh penambahan layanan pelayaran baru serta berbagai inovasi untuk mendukung produktivitas dan efisiensi operasional.</p>
<p>TTL mengelola tiga terminal petikemas, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian, melalui sistem operasi yang terintegrasi. Integrasi ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan selama lima tahun setelah penggabungan Pelindo.</p>
<p>Dalam proses tersebut, perusahaan berfokus pada integrasi terminal, peningkatan produktivitas, digitalisasi, serta penguatan pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan.</p>
<p><strong>Sistem Digital dan Otomatisasi Dukung Efisiensi</strong></p>
<p>Untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, TTL mengembangkan Terminal Booking System (TBS) dan sistem layanan kapal EAZI. Perusahaan juga menerapkan perencanaan serta pengendalian operasional secara terintegrasi untuk mendukung kelancaran aktivitas terminal.</p>
<p>Pada sisi infrastruktur, TPK Teluk Lamong mengusung konsep terminal semiotomatis yang dilengkapi Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, dan Optical Character Recognition (OCR).</p>
<p>Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi TTL dalam memperkuat efisiensi proses, meningkatkan produktivitas, dan menghadirkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan.</p>
<p><strong>Perkuat Pengembangan Pelabuhan Ramah Lingkungan</strong></p>
<p>Selain meningkatkan kinerja dan pemanfaatan teknologi, TTL menjalankan berbagai inisiatif untuk mendukung konsep green port atau pelabuhan hijau.</p>
<p>Upaya tersebut mencakup elektrifikasi peralatan, efisiensi energi, penyediaan fasilitas shore power, serta pengelolaan lingkungan. Perusahaan juga menambahkan E-RTG di TPK Nilam sebagai bagian dari pengembangan operasional yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Komitmen keberlanjutan turut diterapkan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Kegiatannya meliputi pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha lokal, dan berbagai aktivitas lingkungan.</p>
<p>Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan bisnis TTL tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.</p>
<p><strong>Kolaborasi Menjadi Fondasi Pencapaian</strong></p>
<p>David menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. Menurutnya, pencapaian TTL tidak terlepas dari kontribusi karyawan, kepercayaan pelanggan, dan dukungan para pemangku kepentingan.</p>
<p>&ldquo;Penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja sama tim, kepercayaan pelanggan, dan dukungan kuat seluruh stakeholder. Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah terminal dibangun melalui kolaborasi, inovasi, serta komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik,&rdquo; ungkap David.</p>
<p>Global Ports Forum Awards merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada pelabuhan, operator terminal, dan profesional industri kepelabuhanan atas pencapaian dalam aspek layanan, inovasi, kepemimpinan, serta keberlanjutan.</p>
<p><strong>Targetkan Terminal yang Cerdas, Efisien, dan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Ke depan, TTL berkomitmen melanjutkan peningkatan keunggulan operasional, mengembangkan layanan berbasis teknologi, memperkuat kolaborasi dengan pelanggan, serta meningkatkan penerapan prinsip keberlanjutan.</p>
<p>David menegaskan bahwa proses peningkatan kualitas perusahaan merupakan perjalanan berkelanjutan melalui filosofi, &ldquo;Excellence is not a destination, it is a journey.&rdquo;</p>
<p>Sejalan dengan prinsip tersebut, TTL terus mendorong pengembangan terminal dengan visi &ldquo;green, smart, efficient, and customer-oriented&rdquo;, yakni pelabuhan yang ramah lingkungan, cerdas, efisien, dan berorientasi kepada pelanggan.</p>
<p>Dua penghargaan GPF Awards 2026 menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam memperkuat daya saing global sekaligus melanjutkan transformasi industri kepelabuhanan yang modern dan berkelanjutan.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/david-pandapotan-sirait-direktur-utama-pt-terminal-teluk-lamong.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[TTL menerima penghargaan “Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026”, sedangkan Direktur Utama TTL, David P. Sirait, memperoleh penghargaan “Port/Terminal Visionary of the Year 2026”.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[RLD Network]]></dc:creator><category><![CDATA[Kabar]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Spaghetti Hitam The Alana Hotel Surabaya, Kreasi Seafood Chef Anton untuk Halloween]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-106-spaghetti-hitam-the-alana-hotel-surabaya-kreasi-seafood-chef-anton-untuk-halloween</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-106-spaghetti-hitam-the-alana-hotel-surabaya-kreasi-seafood-chef-anton-untuk-halloween</guid>
                    <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 21:19:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[The Alana Hotel Surabaya menghadirkan spaghetti hitam kreasi Chef Anton dengan tinta cumi, udang, dan cumi di Oryza Restaurant, 20 Oktober–30 November 2026.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><strong>Jejakdanarah.com</strong></span> - Spaghetti biasanya identik dengan warna kuning keemasan. Namun, The Alana Hotel Surabaya menghadirkan kreasi berbeda untuk menyambut Halloween melalui spaghetti hitam racikan Chef Anton. Menggunakan tinta cumi sebagai pewarna alami, hidangan ini dipadukan dengan udang, cumi, dan saus berbasis kaldu seafood yang memperkuat karakter rasa lautnya.</p>
<p>Menu spesial tersebut tersedia di Oryza Restaurant, The Alana Hotel Surabaya, mulai 20 Oktober hingga 30 November 2026. Selain menawarkan tampilan yang selaras dengan nuansa Halloween, spaghetti hitam ini menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati pasta dengan perpaduan bahan dan cita rasa berbeda.</p>
<p>Warna hitam menjadi daya tarik pertama dari sajian ini. Berbeda dari pasta pada umumnya, tampilannya memberikan kesan elegan sekaligus misterius. Namun, keunikan menu ini tidak hanya terletak pada warnanya. Penggunaan tinta cumi dan aneka hasil laut turut membentuk karakter hidangan yang menjadi fokus kreasi Chef Anton.</p>
<p><strong>Tinta Cumi dan Seafood Jadi Karakter Utama</strong></p>
<p>Warna hitam pada spaghetti ini berasal dari tinta cumi atau squid ink. Bahan tersebut memberikan tampilan khas sekaligus menghadirkan nuansa rasa laut yang sesuai dengan komposisi seafood dalam hidangan.</p>
<p>Chef Anton memadukan spaghetti hitam dengan udang dan cumi. Keduanya menjadi komponen utama yang mempertegas karakter seafood, kemudian dilengkapi saus berbasis kaldu seafood untuk menyatukan cita rasa bahan-bahan tersebut.</p>
<p>Racikan ini juga menggunakan bawang putih, tomat cherry, dan cabai merah. Sebagai sentuhan akhir, keju parmesan dan daun parsley ditambahkan untuk melengkapi rasa, aroma, serta tampilan hidangan.</p>
<p>Setiap bahan memiliki peran dalam membangun karakter rasa. Udang dan cumi memberikan cita rasa laut yang dominan, sedangkan kaldu seafood menjadi dasar saus. Bawang putih memperkuat aroma, tomat cherry menghadirkan sentuhan segar, dan cabai merah memberikan sedikit sensasi pedas.</p>
<p>Chef Anton menjelaskan bahwa menu ini secara khusus dihadirkan untuk menyambut Halloween. Meski tampil berbeda dari spaghetti pada umumnya, cita rasa tetap menjadi perhatian dalam proses pembuatannya.</p>
<p>&ldquo;Menu ini kami buat khusus untuk menyambut Halloween, sehingga kami memilih warna hitam agar sesuai dengan tema yang diangkat. Namun, untuk rasanya tetap kami sesuaikan dengan lidah orang Indonesia supaya bisa dinikmati dan diterima oleh masyarakat lokal,&rdquo; ujar Chef Anton.</p>
<p>Penyesuaian rasa tersebut menjadi bagian penting dari kreasi ini. Tampilan hitam memberikan identitas yang sesuai dengan tema perayaan, sedangkan racikan bumbu dan perpaduan seafood dirancang untuk menghadirkan rasa yang akrab di lidah pengunjung.</p>
<p><strong>Gurih Seafood dengan Sentuhan Segar dan Pedas</strong></p>
<p>Dalam sebuah hidangan pasta, tampilan menarik dapat menjadi alasan pertama untuk mencoba. Namun, keseimbangan rasa tetap menjadi bagian penting dari pengalaman bersantap.</p>
<p>Spaghetti hitam kreasi Chef Anton mengedepankan cita rasa gurih dengan karakter seafood yang kuat. Tinta cumi memberikan nuansa laut yang khas, sementara udang, cumi, dan saus kaldu seafood memperkaya rasa hidangan.</p>
<p>Aroma bawang putih menjadi salah satu elemen yang memperkuat karakter gurih tersebut. Sementara itu, tomat cherry menghadirkan kesegaran yang membantu menyeimbangkan perpaduan rasa. Cabai merah memberikan sedikit sensasi pedas sehingga hidangan memiliki variasi rasa tanpa menghilangkan karakter seafood sebagai fokus utamanya.</p>
<p>Keju parmesan dan daun parsley melengkapi sajian pada tahap akhir. Parmesan menambahkan sentuhan gurih, sedangkan parsley melengkapi aroma dan penampilan hidangan.</p>
<p>Kombinasi bahan ini menawarkan alternatif bagi pengunjung yang terbiasa menikmati pasta dengan saus klasik. Penggunaan tinta cumi dan perpaduan aneka seafood menghadirkan karakter berbeda, terutama bagi pencinta hidangan laut yang ingin mencoba olahan pasta dengan cita rasa khas.</p>
<blockquote>
<p>Baca juga: <a href="https://jejakdanarah.com/news-108-gmni-surabaya-raya-asah-nalar-kritis-kader-lewat-jurnalistik">GMNI Surabaya Raya Asah Nalar Kritis Kader Lewat Jurnalistik</a></p>
</blockquote>
<p><strong>Spaghetti Hitam untuk Menyambut Halloween</strong></p>
<p>Pemilihan spaghetti hitam menjadi cara untuk menghadirkan hidangan pasta yang berbeda dari segi tampilan maupun cita rasa. Penggunaan tinta cumi memperkuat identitas visual menu, sementara perpaduan seafood menjadi bagian utama dari komposisi hidangannya.</p>
<p>Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana tema perayaan musiman dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan menu. Hidangan tetap berfokus pada bahan dan keseimbangan rasa, sementara tampilannya memberikan sentuhan yang sesuai dengan suasana Halloween.</p>
<p>Bagi pengunjung, menu ini menawarkan kesempatan untuk menikmati perayaan melalui pengalaman kuliner. Spaghetti hitam menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mencoba sajian dengan tampilan tidak biasa tanpa meninggalkan karakter pasta dan seafood yang menjadi daya tarik utamanya.</p>
<p><strong>Tersedia di Oryza Restaurant hingga 30 November 2026</strong></p>
<p>Spaghetti hitam kreasi Chef Anton dapat dinikmati di Oryza Restaurant, The Alana Hotel Surabaya, selama periode 20 Oktober hingga 30 November 2026.</p>
<p>Kehadiran menu ini memberikan pilihan kuliner musiman bagi pengunjung yang ingin mencoba kreasi pasta dengan bahan dan karakter rasa berbeda. Perpaduan tinta cumi, udang, cumi, dan saus berbasis kaldu seafood menjadi identitas utama hidangan, dilengkapi bawang putih, tomat cherry, cabai merah, parmesan, serta parsley.</p>
<p>Dengan warna hitam yang selaras dengan tema Halloween dan karakter rasa seafood yang dominan, menu ini menawarkan pendekatan berbeda dalam menikmati hidangan pasta. Kreasi tersebut juga memperlihatkan bagaimana inspirasi dari sebuah perayaan dapat hadir melalui olahan bahan yang tidak biasa, tanpa mengesampingkan perhatian terhadap cita rasa.<br /><span style="color: #843fa1;">Penulis: Risma Setiawati</span></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/chef-anton-dan-menu-halloween-the-alana-hotel-surabaya.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Chef Anton bersama kreasi spaghetti hitam berbahan tinta cumi dan aneka seafood untuk menyambut Halloween di The Alana Surabaya. Foto: Risma Setiawati]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Feature]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Menjelajahi Masa Lalu Surabaya Lewat Living Museum di Kokoon Hotel]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-105-menjelajahi-masa-lalu-surabaya-lewat-living-museum-di-kokoon-hotel</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-105-menjelajahi-masa-lalu-surabaya-lewat-living-museum-di-kokoon-hotel</guid>
                    <pubDate>Fri, 16 Oct 2026 13:54:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Menjelajahi masa lalu Surabaya lewat Living Museum Kokoon Hotel, dengan koleksi artefak perkantoran era 1900-an di kawasan Kota Tua.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejakdanarah.com </strong>- Menjelajahi sejarah sebuah kota tidak selalu harus dilakukan dengan mengunjungi museum atau monumen. Di kawasan Kota Tua Surabaya, jejak masa lalu juga dapat ditemukan di sebuah hotel yang memadukan fasilitas modern dengan koleksi benda bersejarah.</p>
<p>Kokoon Hotel Surabaya menghadirkan konsep Living Museum yang memungkinkan pengunjung mengenal perkembangan aktivitas perkantoran pada era 1900-an melalui beragam artefak yang tersebar di area hotel. Pengalaman ini menawarkan sudut pandang berbeda dalam menikmati wisata sejarah, terutama bagi mereka yang ingin mengenal perjalanan Kota Pahlawan melalui benda-benda yang pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Berlokasi di Jalan Slompretan Nomor 26, hotel ini menempati bangunan yang memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan aktivitas bisnis di kawasan Kota Tua Surabaya. Sejarah bangunan dan koleksi artefak di dalamnya menjadi dua elemen yang membentuk pengalaman wisata heritage tersebut.</p>
<p><strong>Menelusuri Jejak Perkantoran Era 1900-an</strong></p>
<p>Salah satu daya tarik Living Museum Kokoon Hotel Surabaya adalah koleksi benda yang merepresentasikan teknologi dan aktivitas perkantoran pada masa lalu.</p>
<p>Pengunjung dapat menjumpai proyektor film Bell & Howell Lumina II, mesin ketik Olympia, telepon putar Zamona, mesin hitung mekanik Olivetti, hingga brankas antik berukuran besar dengan bobot mencapai beberapa ton.</p>
<p>Benda-benda tersebut memberikan gambaran mengenai perangkat yang pernah digunakan untuk menunjang kegiatan administrasi, komunikasi, dan pengelolaan bisnis sebelum teknologi digital berkembang seperti sekarang.</p>
<p>Mesin ketik, misalnya, pernah menjadi perangkat penting dalam penyusunan dokumen. Telepon putar menggambarkan cara komunikasi yang berbeda dari penggunaan telepon pintar saat ini, sedangkan mesin hitung mekanik memperlihatkan perkembangan alat bantu penghitungan dalam kegiatan bisnis.</p>
<p>Koleksi itu ditempatkan di berbagai area hotel sehingga tidak terbatas pada ruang pamer khusus. Pengunjung dapat menemukan artefak tersebut di sela-sela aktivitas menginap dan menikmati fasilitas hotel.</p>
<p>Untuk memberikan informasi lebih lengkap, setiap koleksi dilengkapi QR Code yang dapat dipindai menggunakan telepon seluler. Informasi yang tersedia mencakup sejarah, fungsi, asal-usul, serta cerita di balik benda yang dipamerkan.</p>
<p>Penjelasan dalam bahasa Indonesia dan Inggris memungkinkan wisatawan domestik maupun mancanegara mengeksplorasi koleksi secara mandiri.</p>
<p><strong>Ada Cerita di Balik Koleksi</strong></p>
<p>Kehadiran artefak di area hotel memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan akomodasi pada umumnya. Pengunjung tidak hanya melihat benda-benda lama sebagai bagian dari interior, tetapi juga dapat mencari tahu fungsi dan latar belakang penggunaannya.</p>
<p>Asst. Sales & Marketing Communication Manager Kokoon Hotel Surabaya, Tegar Kanugran, mengatakan konsep Living Museum dirancang untuk menghubungkan koleksi bersejarah dengan pengalaman pengunjung.</p>
<p>&ldquo;Kami ingin Living Museum di Kokoon Hotel Surabaya tidak sekadar menjadi ruang untuk memajang benda-benda lama, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang memungkinkan tamu mengenal cerita di balik setiap koleksi. Melalui QR Code dwibahasa, kami memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengeksplorasi sejarah artefak secara lebih interaktif dan mandiri,&rdquo; ujar Tegar.</p>
<p>Menurut dia, konsep tersebut juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan sejarah kawasan Surabaya Utara kepada wisatawan.</p>
<p>Pendekatan ini menempatkan sejarah sebagai bagian dari pengalaman wisata sehari-hari. Pengunjung dapat mengenal benda-benda yang merekam perkembangan teknologi dan aktivitas kerja tanpa harus mengalokasikan waktu khusus untuk mengikuti tur museum.</p>
<p><strong>Dari Bangunan Bersejarah Menjadi Hotel Modern</strong></p>
<p>Pengalaman menjelajahi masa lalu di Kokoon Hotel Surabaya tidak hanya berkaitan dengan artefak yang dipamerkan. Bangunan yang menaungi hotel ini juga memiliki riwayat penggunaan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis di kawasan Kota Tua.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak hotel, bangunan tersebut pada awal 1900-an pernah digunakan sebagai pabrik korek api milik perusahaan Belanda. Setelah itu, bangunan disebut beralih fungsi menjadi gudang VOC.</p>
<p>Sekitar 1920, gedung tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai kantor PT Dwi Satrya Utama, perusahaan perdagangan yang menjalankan aktivitas bisnis hingga awal 2000-an. Bangunan itu juga pernah digunakan oleh sejumlah perusahaan lain.</p>
<p>Perubahan fungsi tersebut menggambarkan perjalanan sebuah bangunan yang mengikuti perkembangan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat dari satu periode ke periode berikutnya.</p>
<p>Pada 2016&ndash;2017, bangunan tersebut menjalani renovasi dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai sejarahnya. Pada 2018, bangunan itu resmi bertransformasi menjadi Kokoon Hotel Surabaya.</p>
<p>Kini, arsitektur heritage berpadu dengan fasilitas perhotelan modern. Bangunan lama tersebut tetap digunakan untuk aktivitas masa kini, sementara karakter sejarahnya menjadi bagian dari identitas hotel.</p>
<p>Perpaduan ini memberikan konteks tambahan bagi pengunjung yang ingin memahami sejarah kawasan Kota Tua. Pengalaman menginap tidak hanya berkaitan dengan fasilitas dan kenyamanan, tetapi juga dengan ruang yang menyimpan jejak perjalanan sebuah kota.</p>
<blockquote>
<p>Baca juga: <a href="https://jejakdanarah.com/news-48-junior-barista-showdown-2026-barista-muda-bereksperimen-lewat-coffee-mixology">Junior Barista Showdown 2026, Barista Muda Bereksperimen Lewat Coffee Mixology</a></p>
</blockquote>
<p><strong>Alternatif Wisata Heritage di Kota Tua Surabaya</strong></p>
<p>Keberadaan Living Museum menambah pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal Surabaya melalui sejarah bangunan, artefak, dan perkembangan aktivitas perdagangan.</p>
<p>Kawasan Kota Tua Surabaya memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perdagangan dan pertumbuhan kota. Bangunan-bangunan lama di kawasan ini menjadi bagian dari jejak perkembangan Surabaya, termasuk sebagai pusat kegiatan ekonomi pada masa lalu.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, Living Museum di Kokoon Hotel Surabaya menawarkan pendekatan yang menggabungkan akomodasi dan pengenalan sejarah. Wisatawan dapat menjadikan pengalaman ini sebagai salah satu bagian dari perjalanan menjelajahi Surabaya Utara.</p>
<p>Bagi pencinta sejarah dan arsitektur, koleksi artefak serta karakter bangunan dapat menjadi daya tarik tersendiri. Sementara itu, pengunjung yang mencari pengalaman menginap berbeda dapat memperoleh tambahan aktivitas melalui eksplorasi koleksi yang tersedia di area hotel.</p>
<p>Konsep ini juga memperlihatkan bagaimana bangunan bersejarah dapat dimanfaatkan untuk fungsi baru tanpa sepenuhnya melepaskan keterkaitannya dengan masa lalu. Namun, nilai sejarahnya tetap perlu ditopang oleh informasi koleksi dan riwayat bangunan yang akurat agar pengalaman edukatif yang ditawarkan memiliki dasar yang kuat.</p>
<p>Melalui Living Museum, Kokoon Hotel Surabaya menghadirkan cara lain untuk mengenal masa lalu Kota Pahlawan. Jejak sejarah tidak hanya ditemukan melalui monumen atau museum, tetapi juga melalui artefak perkantoran dan bangunan yang masih menjadi bagian dari kehidupan kota hingga saat ini.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/hotel-kokoon-surabaya.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kokoon Hotel Surabaya dengan arsitektur heritage dan fasilitas kolam renang.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Feature]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Dari Dunia Usaha ke Sengketa Investasi, DPO Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-104-dari-dunia-usaha-ke-sengketa-investasi-dpo-pamekasan-ditangkap-di-bojonegoro</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-104-dari-dunia-usaha-ke-sengketa-investasi-dpo-pamekasan-ditangkap-di-bojonegoro</guid>
                    <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 07:35:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[DPO kasus dugaan investasi di Pamekasan ditangkap di Bojonegoro. Perkara ini menyoroti kepercayaan, transparansi, dan risiko kerja sama investasi.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejakdanarah.com </strong>- Sebuah usaha dapat tumbuh melalui produk, pelayanan, dan kepercayaan pelanggan. Namun, hubungan antara dunia usaha dan kepercayaan memiliki sisi lain saat kerja sama investasi berujung pada tuntutan pengembalian dana.</p>
<p>Perkara yang melibatkan EDS di Pamekasan, Madura, menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas usaha dapat bersinggungan dengan persoalan investasi. EDS ditangkap di Bojonegoro pada Sabtu, 10 Oktober 2026, setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Pamekasan terkait kasus dugaan investasi.</p>
<p>Sebelum penangkapan tersebut, nama EDS sempat menjadi perhatian setelah sejumlah orang mendatangi warung seblak Moms Iphiie di Jalan Trunojoyo, Pamekasan, pada September 2026. Kedatangan mereka diduga berkaitan dengan permintaan pengembalian dana investasi.</p>
<p><strong>Polisi Bentuk Tim Khusus untuk Mencari EDS</strong></p>
<p>Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, menyampaikan bahwa pihaknya membentuk tim khusus untuk melakukan pencarian terhadap EDS hingga ke Bojonegoro.</p>
<p>&ldquo;Kami membentuk Timsus dan saya pimpin langsung untuk melakukan pengejaran terhadap EDS hingga berhasil diamankan di Bojonegoro,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan perkara dugaan investasi yang menyeret EDS. Proses hukum selanjutnya diperlukan untuk mengungkap lebih jauh perkara yang dilaporkan serta memastikan pertanggungjawaban berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p><strong>Sejumlah Bidang Usaha yang Dijalankan EDS</strong></p>
<p>EDS diketahui menjalankan beberapa bidang usaha, antara lain penjualan lensa kontak atau softlens, kosmetik, daster, serta warung seblak Moms Iphiie di Pamekasan.</p>
<p>Keberadaan beberapa jenis usaha tersebut menjadi bagian dari konteks yang menyertai perkara ini. Riwayat menjalankan usaha dapat membentuk hubungan dengan pelanggan maupun mitra bisnis, tetapi aktivitas usaha dan kerja sama investasi tetap memiliki karakteristik serta risiko yang berbeda.</p>
<p>Dalam kasus ini, sejumlah orang mendatangi lokasi usaha pada September 2026 untuk meminta pengembalian dana yang diduga mereka investasikan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan investasi tidak hanya berkaitan dengan kesepakatan keuangan, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan antara pihak-pihak yang terlibat.</p>
<p>Meski demikian, informasi mengenai bidang usaha yang dijalankan seseorang tidak dengan sendirinya membuktikan ada atau tidaknya tindak pidana. Penilaian terhadap dugaan perbuatan harus didasarkan pada fakta, bukti, dan proses hukum.</p>
<p><strong>Kepercayaan dan Risiko dalam Kerja Sama Investasi</strong></p>
<p>Kepercayaan sering menjadi salah satu pertimbangan seseorang sebelum menempatkan uang dalam sebuah kerja sama. Reputasi usaha, hubungan personal, serta pengalaman bertransaksi dapat memengaruhi keputusan tersebut.</p>
<p>Namun, kepercayaan perlu disertai informasi yang jelas. Calon investor perlu memahami siapa pihak yang menerima dana, bagaimana uang akan digunakan, dari mana keuntungan diproyeksikan berasal, serta apa saja risiko yang mungkin timbul.</p>
<p>Dokumen perjanjian juga penting untuk memperjelas hak dan kewajiban setiap pihak. Besaran keuntungan, jadwal pembayaran, mekanisme pengembalian modal, dan penyelesaian perselisihan sebaiknya disepakati secara tertulis. Pemeriksaan terhadap legalitas usaha maupun izin yang relevan juga menjadi bagian dari kehati-hatian sebelum menyerahkan dana.</p>
<p>Langkah-langkah tersebut bukan jaminan bahwa seluruh risiko akan hilang. Namun, keterbukaan informasi dan dokumentasi dapat membantu pihak-pihak yang terlibat memahami kesepakatan serta memiliki dasar yang lebih jelas jika muncul perselisihan.</p>
<p><strong>Menunggu Proses Hukum Berjalan</strong></p>
<p>Penangkapan EDS di Bojonegoro menjadi perkembangan penting dalam perkara dugaan investasi di Pamekasan. Meski demikian, status sebagai DPO dan penangkapan seseorang tidak sama dengan putusan bersalah. Fakta perkara tetap perlu diuji melalui proses hukum yang berlaku.</p>
<p>Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan dalam dunia usaha perlu berjalan beriringan dengan transparansi dan akuntabilitas. Bagi pihak yang menawarkan kerja sama investasi, kejelasan penggunaan dana dan pemenuhan kesepakatan merupakan hal penting. Bagi calon investor, pemeriksaan informasi dan pemahaman atas risiko perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan.</p>
<p>Perkembangan perkara selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk menjelaskan duduk persoalan dan memastikan hak pihak-pihak yang terlibat mendapat penanganan sesuai hukum.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/penangkapan-dpo-kasus-dugaan-investasi-pamekasan.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Petugas Satreskrim Polres Pamekasan mengamankan DPO kasus dugaan investasi. Foto: Istimewa]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Setetes Darah, Selamatkan Sesama: Aksi Donor Darah di Pendopo Kecamatan Bungah Gresik]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-103-setetes-darah-selamatkan-sesama-aksi-donor-darah-di-pendopo-kecamatan-bungah-gresik</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-103-setetes-darah-selamatkan-sesama-aksi-donor-darah-di-pendopo-kecamatan-bungah-gresik</guid>
                    <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 07:20:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Aksi donor darah di Pendopo Kecamatan Bungah, Gresik, pada 12 Oktober 2026 mengajak warga peduli sesama. Camat berharap kegiatan rutin digelar.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejakdanarah.com</strong> - Aksi donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien. Semangat tersebut mewarnai kegiatan donor darah di Pendopo Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, pada Senin (12/10/2026).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00&ndash;12.00 WIB ini diselenggarakan oleh Sulaiman dan Sumini, pegawai Pemerintah Kabupaten Gresik, dengan melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI). Warga dan pegawai turut dilibatkan dalam kegiatan yang mengusung semangat membantu sesama.</p>
<p>Camat Bungah, Izzul Muttaqin, S.Ag., hadir dalam kegiatan tersebut dan mengapresiasi pelaksanaannya yang berjalan lancar. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam donor darah secara sukarela.</p>
<p><strong>Sulaiman Ajak Masyarakat Jadikan Donor Darah sebagai Kebiasaan</strong></p>
<p>Sulaiman menyampaikan, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh orang lain. Partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk membantu pasien yang memerlukan transfusi darah.</p>
<p>&ldquo;Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya donor darah. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan. Karena itu, mari kita jadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian dan kebiasaan untuk membantu sesama,&rdquo; ujar Sulaiman.</p>
<p>Ia berharap semakin banyak warga yang tergerak untuk mendonorkan darah secara sukarela. Selain membantu orang yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas dan semangat berbagi di lingkungan masyarakat.</p>
<p><strong>Camat Bungah Berharap Kegiatan Berlangsung Rutin</strong></p>
<p>Camat Bungah, Izzul Muttaqin, S.Ag., mengapresiasi kegiatan donor darah yang terlaksana dengan lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan jadwal yang teratur di Kantor Kecamatan Bungah.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah, kegiatan donor darah di Pendopo Kecamatan Bungah berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin dan terjadwal. Terima kasih kepada PMI, pasangan Sulaiman Sumini selaku pelaksana acara ini dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Harapan tersebut menjadi dorongan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan sosial di Kecamatan Bungah. Pelaksanaan dengan jadwal yang teratur diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk ikut mendonorkan darah.</p>
<p><strong>Setetes Darah untuk Membantu Sesama</strong></p>
<p>Mengusung tema &ldquo;Setetes Darah Anda, Selamatkan Nyawa Sesama&rdquo;, kegiatan ini mengingatkan masyarakat tentang pentingnya dukungan bersama untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.</p>
<p>Penyelenggara berharap dukungan warga, PMI, pemerintah kecamatan, dan pihak terkait dapat mendorong kegiatan donor darah terus berlanjut di Bungah, Gresik.</p>
<p>Partisipasi dalam donor darah menjadi salah satu cara nyata untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak membangun kebiasaan berbagi dan memperkuat semangat gotong royong melalui aksi kemanusiaan.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/aksi-donor-darah-di-pendopo-kecamatan-bungah-gresik.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Penyelenggara bersama perwakilan PMI dan unsur Kecamatan Bungah dalam kegiatan donor darah di Pendopo Kecamatan Bungah, Gresik, Senin (12/10/2026). Foto: Istimewa]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[ANTARA Pamerkan 81 Foto TNI di Kota Lama Surabaya, Rekam Pengabdian untuk Rakyat]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-102-antara-pamerkan-81-foto-tni-di-kota-lama-surabaya-rekam-pengabdian-untuk-rakyat</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-102-antara-pamerkan-81-foto-tni-di-kota-lama-surabaya-rekam-pengabdian-untuk-rakyat</guid>
                    <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 07:05:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[ANTARA memamerkan 81 foto TNI dalam pameran Trisula Garda Nusantara di Plaza Internatio, Kota Lama Surabaya, gratis hingga 17 Oktober 2026.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejakdanarah.com</strong> - Sebanyak 81 karya foto jurnalistik yang merekam pengabdian Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada masyarakat dipamerkan di Plaza Internatio, kawasan Kota Lama Surabaya. Pameran bertajuk Trisula Garda Nusantara ini digelar Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA bersama Pemerintah Kota Surabaya untuk memeriahkan HUT ke-81 TNI.</p>
<p>Pameran dibuka pada Senin, 12 Oktober 2026, melalui kolaborasi Redaksi Foto ANTARA dan ANTARA Biro Jawa Timur. Pengunjung dapat melihat berbagai dokumentasi jurnalistik yang menggambarkan peran TNI, mulai dari menjalankan tugas pertahanan hingga membantu masyarakat dalam situasi kemanusiaan.</p>
<p>Tidak hanya menampilkan kekuatan militer, pameran ini juga memperlihatkan aktivitas prajurit dalam penanganan bencana, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p><strong>81 Foto Rekam Pengabdian TNI kepada Masyarakat</strong></p>
<p>Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, mengatakan pameran tersebut menjadi bagian dari upaya ANTARA mendekatkan diri kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI sebagai salah satu pilar ketangguhan bangsa.</p>
<p>&ldquo;Tugas terpenting TNI adalah kembali ke rakyatnya. Itu yang kita gambarkan melalui foto-foto ini, bagaimana TNI masuk dalam hal-hal fundamental bagi kehidupan masyarakat, mulai dari penanganan bencana hingga krisis lainnya. Meskipun dilengkapi alutsista canggih, jati diri mereka tetap bagian dari rakyat,&rdquo; ujar Benny di lokasi pameran.</p>
<p>Melalui dokumentasi visual, pengunjung diajak melihat tugas TNI dari perspektif yang lebih luas. Selain menjalankan fungsi pertahanan negara, prajurit juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Penyelenggaraan pameran ini mendapat dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) negara kepada ANTARA untuk menyebarkan informasi yang mendidik dan mencerahkan.</p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fouri Gesang, mengatakan pameran tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan peran TNI, termasuk sisi humanis para prajurit.</p>
<p>&ldquo;Kita tidak hanya menampilkan penguatan kedaulatan melalui kekuatan militer, tapi juga bagaimana TNI bersatu padu bersama masyarakat, seperti melakukan perbaikan gizi dan pendidikan di daerah-daerah tertentu. Harapannya, masyarakat bisa melihat bahwa bersama tentara dan rakyat, negara itu hadir,&rdquo; kata Fouri.</p>
<p>Ia menjelaskan, pameran Trisula Garda Nusantara di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian roadshow yang sebelumnya digelar di Yogyakarta dan Jakarta. Setelah Surabaya, rangkaian tersebut direncanakan berakhir di Solo pada akhir 2026.</p>
<p><strong>Trisula Garda Nusantara dan Makna Tiga Matra TNI</strong></p>
<p>Ketua Panitia Pameran, Mochamad Risyal Hidayat atau Icang, menjelaskan bahwa tema Trisula Garda Nusantara merepresentasikan tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.</p>
<p>Ketiganya menjadi simbol kekuatan pertahanan yang berperan menjaga kedaulatan negara. Namun, melalui foto-foto yang dipamerkan, peran tiga matra tersebut juga ditampilkan melalui berbagai aktivitas di luar fungsi pertahanan.</p>
<p>&ldquo;Tak hanya fungsi pertahanan, tiga matra tersebut nyatanya juga memiliki peranan di berbagai bidang, dari layanan pengobatan, pengembangan SDM di daerah terluar, hingga mencetak prestasi olahraga. Semuanya direpresentasikan melalui imaji rekaman jurnalis ANTARA,&rdquo; kata Icang.</p>
<p>Kurator pameran, Wahyu Putro Arinto, mengatakan proses pemilihan foto menitikberatkan pada kekuatan cerita, momen, dan emosi yang tertangkap dalam setiap gambar.</p>
<p>&ldquo;Foto-foto yang dipilih menyandingkan ketangguhan militer saat operasi dengan sisi kemanusiaan prajurit ketika membantu korban bencana, mengajar di perbatasan, serta berinteraksi dengan masyarakat,&rdquo; jelas Wahyu.</p>
<p>Pendekatan tersebut membuat foto jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai rekaman peristiwa, tetapi juga menyampaikan konteks dan pengalaman manusia di balik sebuah kejadian. Melalui pilihan gambar, pengunjung dapat melihat beragam situasi yang memperlihatkan hubungan antara prajurit dan masyarakat.</p>
<p><strong>Plaza Internatio, Ruang Pamer dengan Nilai Sejarah</strong></p>
<p>Pemilihan Plaza Internatio di kawasan Kota Lama Surabaya turut memberi dimensi historis pada penyelenggaraan pameran. Lokasi tersebut berkaitan dengan peristiwa Pertempuran Surabaya pada 1945, termasuk tewasnya perwira Inggris Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby.</p>
<p>Kawasan bersejarah ini menjadi latar yang relevan bagi pameran yang mengangkat tema pertahanan dan nasionalisme. Penyelenggara berharap nilai sejarah tersebut dapat mendorong pengunjung, khususnya generasi muda, untuk mengenal kembali perjalanan bangsa dan peran TNI dalam menjaga kedaulatan negara.</p>
<p>Perpaduan antara foto jurnalistik dan lokasi bersejarah juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati ruang publik melalui kegiatan edukatif. Pengunjung tidak hanya melihat dokumentasi visual, tetapi juga dapat mengenal konteks sejarah yang melekat pada kawasan Kota Lama Surabaya.</p>
<p><strong>Gratis hingga 17 Oktober, Ada Kelas Foto Jurnalistik</strong></p>
<p>Pameran Trisula Garda Nusantara terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, di Plaza Internatio, Jalan Rajawali, kawasan Kota Lama Surabaya.</p>
<p>Selain pameran foto, panitia menghadirkan lomba mini vlog on the spot dan program &ldquo;Kelas Jumat ANTARA&rdquo;. Program kelas tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar fotografi jurnalistik bersama Pewarta Foto AP Photo Trisnadi dan Kuwadi Kuat dari Dinas Penerangan Korps Marinir.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ini memberikan alternatif aktivitas edukatif bagi masyarakat Surabaya, terutama generasi muda yang tertarik pada fotografi, jurnalistik, dan sejarah.</p>
<p>Melalui 81 karya yang dipamerkan, Trisula Garda Nusantara menghadirkan dokumentasi tentang tugas pertahanan sekaligus keterlibatan prajurit dalam kehidupan masyarakat. Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal foto jurnalistik sebagai medium yang merekam peristiwa, menyampaikan cerita, dan memperlihatkan sisi manusia di balik tugas negara.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/pameran-foto-trisula-garda-nusantara-di-kota-lama-surabaya.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Pameran Trisula Garda Nusantara menampilkan karya foto jurnalistik yang merekam peran TNI dalam kehidupan masyarakat. Foto: Istimewa]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Lari Pagi di Malang, Tidar Hotel Satukan Komunitas Lewat Wellness]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-101-lari-pagi-di-malang-tidar-hotel-satukan-komunitas-lewat-wellness</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-101-lari-pagi-di-malang-tidar-hotel-satukan-komunitas-lewat-wellness</guid>
                    <pubDate>Tue, 13 Oct 2026 06:48:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Tidar Hotel & Cottages Malang bersama RIOT Malang menggelar Run, Refresh & Reconnect, kegiatan lari pagi dan wellness yang diikuti 60 peserta.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejakdanarah.com </strong>- Menjaga kebugaran tubuh bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti meluangkan waktu untuk berlari pada pagi hari. Selain membantu tubuh tetap aktif, olahraga bersama juga membuka kesempatan untuk bertemu orang baru dan membangun relasi di luar rutinitas sehari-hari.</p>
<p>Semangat tersebut hadir dalam kegiatan Run, Refresh & Reconnect yang digelar Tidar Hotel & Cottages Malang bersama komunitas lari RIOT Malang, Minggu, 11 Oktober 2026. Berlangsung pukul 06.00&ndash;09.00 WIB, kegiatan ini diikuti 60 peserta yang berkumpul untuk berolahraga sekaligus menikmati suasana pagi.</p>
<p>Kegiatan ini memadukan aktivitas fisik, relaksasi, dan interaksi sosial. Peserta mengikuti rangkaian pemanasan, lari bersama, pendinginan, hingga aktivitas interaktif yang memberi kesempatan untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman.</p>
<p><strong>Lari Pagi sebagai Bagian dari Gaya Hidup Sehat</strong></p>
<p>Di tengah padatnya pekerjaan dan aktivitas harian, akhir pekan dapat menjadi kesempatan untuk kembali memperhatikan kesehatan fisik dan keseimbangan pikiran. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjalani aktivitas di luar ruangan bersama komunitas.</p>
<p>Operational Manager Tidar Hotel & Cottages Malang, Stefanus Handi, menjelaskan bahwa Run, Refresh & Reconnect membawa tiga nilai utama yang tercermin dalam nama kegiatannya.</p>
<p>&ldquo;Acara ini bertajuk Run, Refresh, and Reconnect yang berarti kegiatan ini membawa tiga nilai utama. Run merepresentasikan semangat untuk bergerak dan menjaga kebugaran tubuh. Refresh mengajak peserta menyegarkan pikiran melalui pengalaman di lingkungan yang dekat dengan alam. Sementara itu, Reconnect menjadi ajakan untuk kembali terhubung dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan sekitar,&rdquo; ujar Stefanus.</p>
<p>Ketiga nilai tersebut menjadi dasar kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan pengalaman sosial. Peserta tidak hanya diajak bergerak aktif, tetapi juga menikmati suasana pagi dan membangun interaksi dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan serupa.</p>
<p><strong>Membuka Ruang bagi Pelari Pemula</strong></p>
<p>Kolaborasi dengan RIOT Malang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Sebagai komunitas lari di Malang, RIOT turut menghadirkan ruang bagi peserta untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman mengenai aktivitas lari.</p>
<p>Captain RIOT Malang, Rizal Hermawan, mengatakan kegiatan ini membuka kesempatan bagi pelari pemula di Kota Malang untuk mengenal komunitas lari dalam suasana yang santai.</p>
<p>&ldquo;Untuk kegiatan Run Refresh, and Reconnect ini membuka peluang kepada runner-runner pemula di Kota Malang bertemu, ngobrol, sharing dan berlari bersama,&rdquo; ujar Rizal.</p>
<p>Bagi orang yang baru mulai berlari, bergabung dengan komunitas dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal aktivitas ini dengan lebih nyaman. Pertemuan dengan sesama pelari juga memberi kesempatan untuk bertukar pengalaman, memperoleh motivasi, dan membangun kebiasaan olahraga secara bertahap.</p>
<p>Rizal turut menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan tersebut, khususnya Tidar Hotel & Cottages Malang.</p>
<p>Melalui pertemuan semacam ini, olahraga tidak hanya menjadi aktivitas individual untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sarana memperluas pergaulan dan membangun koneksi melalui minat yang sama.</p>
<p><strong>Wellness yang Lebih Dekat dengan Keseharian</strong></p>
<p>Run, Refresh & Reconnect merupakan bagian dari program Wellness Season yang diinisiasi Ascent Hospitality Group, grup perhotelan yang menaungi Tidar Hotel & Cottages Malang.</p>
<p>Melalui program tersebut, wellness dihadirkan sebagai pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Pendekatannya tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga memberi perhatian pada keseimbangan pikiran dan hubungan sosial.</p>
<p>Stefanus mengatakan masyarakat membutuhkan ruang untuk mengambil jeda dari rutinitas, sekaligus menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.</p>
<p>&ldquo;Kami melihat bahwa masyarakat saat ini membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Karena itu, melalui Wellness Season yang diadakan Ascent Hospitality Group, kami ingin menyediakan ruang yang memungkinkan masyarakat menikmati aktivitas wellness dengan cara yang menyenangkan, positif, dan dapat dilakukan bersama-sama,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Pendekatan ini menunjukkan bahwa aktivitas wellness dapat dimulai dari kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berlari, berjalan kaki, atau mengikuti kegiatan komunitas bisa menjadi pilihan untuk mulai membangun kebiasaan yang lebih sehat.</p>
<p>Meski demikian, menjaga kesehatan tetap membutuhkan konsistensi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, waktu istirahat yang cukup, serta kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan hidup dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>Membangun Kebiasaan Sehat dari Langkah Kecil</strong></p>
<p>Tidar Hotel & Cottages Malang berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan wellness yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjaga kebugaran fisik, merawat keseimbangan mental, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.</p>
<p>Melalui Run, Refresh & Reconnect, olahraga komunitas dihadirkan sebagai pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik dan kebersamaan. Selama tiga jam, peserta berkesempatan untuk bergerak aktif, mengenal orang baru, dan menikmati suasana pagi di luar rutinitas.</p>
<p>Tantangan berikutnya adalah menjaga semangat tersebut agar berlanjut dalam keseharian, mulai dari menyediakan waktu untuk berolahraga hingga membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan.</p>
<p>Tidar Hotel & Cottages Malang berharap kegiatan ini dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk meluangkan waktu bagi kesehatan diri. Bagi peserta, pengalaman berlari bersama komunitas bisa menjadi langkah awal untuk lebih aktif bergerak, memperluas pergaulan, dan menjaga keseimbangan di tengah rutinitas harian.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/run-refresh-reconnect-tidar-hotel-ajak-komunitas-bangun-kebersamaan.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Peserta mengikuti aktivitas interaktif dalam rangkaian Run, Refresh &amp; Reconnect yang digelar Tidar Hotel &amp; Cottages Malang bersama RIOT Malang pada Minggu (11/10/2026).]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Wellness]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Dari Resepsionis hingga Koki, Anak Belajar Dunia Hotel di Surabaya]]></title>
                    <link>https://jejakdanarah.com/news-100-dari-resepsionis-hingga-koki-anak-belajar-dunia-hotel-di-surabaya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jejakdanarah.com/news-100-dari-resepsionis-hingga-koki-anak-belajar-dunia-hotel-di-surabaya</guid>
                    <pubDate>Sun, 11 Oct 2026 20:47:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Sekitar 30 anak mengikuti Kids Hotelier di Surabaya untuk mengenal profesi perhotelan melalui praktik langsung yang memadukan edukasi dan rekreasi keluarga.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jejakdanarah.com</strong> - Anak-anak dapat mengenal beragam profesi melalui pengalaman langsung, bukan hanya dari buku atau cerita di ruang kelas. Mencoba pekerjaan sederhana, mengikuti arahan, dan menyelesaikan tugas sendiri bisa menjadi cara menarik untuk memperluas wawasan mereka sejak dini.</p>
<p>Pengalaman tersebut hadir melalui program Kids Hotelier yang diselenggarakan BeSS Mansion Hotel Surabaya bersama Kiddos Project Surabaya pada Minggu (11/10/2026). Sekitar 30 anak berusia 6&ndash;12 tahun mengikuti kegiatan ini untuk mengenal pekerjaan di industri perhotelan melalui berbagai praktik yang disesuaikan dengan usia peserta.</p>
<p><strong>Mengenal Pekerjaan di Balik Operasional Hotel</strong></p>
<p>Hotel memiliki banyak bagian dengan tugas berbeda. Ada petugas yang menyambut tamu, staf yang menjaga kebersihan dan kerapian kamar, hingga tim yang menyiapkan makanan dan minuman. Dalam program Kids Hotelier, anak-anak mendapat kesempatan untuk mencoba sebagian pekerjaan tersebut secara langsung.</p>
<p>Peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan usia. Mereka bergantian mengikuti aktivitas di sejumlah departemen dengan pendampingan tim Kiddos Project Surabaya dan profesional dari BeSS Mansion Hotel.</p>
<p>Di bagian Front Office, anak-anak berlatih menjalankan proses check-in, menyerahkan kunci kamar, dan menjelaskan fasilitas hotel kepada tamu. Simulasi ini memperkenalkan cara menyambut orang lain, berkomunikasi dengan ramah, serta memberikan informasi secara jelas.</p>
<p>Mereka juga mempelajari pekerjaan Housekeeping. Peserta mengenal daftar pemeriksaan kamar atau room checklist, mencoba merapikan tempat tidur, dan membuat bentuk bunga dari handuk kecil.</p>
<p>Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa kamar yang nyaman membutuhkan perhatian terhadap detail. Anak-anak juga berkesempatan melatih ketelitian melalui tugas yang hasilnya dapat langsung mereka lihat.</p>
<p>Pengenalan profesi berlanjut melalui sesi table manner. Peserta belajar mengenali peralatan makan, memahami tata krama di meja makan, dan melipat serbet menjadi bentuk bishop hat. Praktik ini membantu anak mengenal etika makan melalui kegiatan yang mudah diikuti.</p>
<p><strong>Dari Meracik Minuman hingga Menyiapkan Hidangan</strong></p>
<p>Dunia perhotelan juga berkaitan erat dengan pelayanan makanan dan minuman. Pada sesi Food and Beverage, anak-anak mencoba meracik minuman menggunakan teknik shaking, mixing, dan layering. Mereka belajar mencampur bahan serta memperhatikan tampilan minuman sebelum disajikan.</p>
<p>Peserta kemudian menyiapkan hidangan berupa chicken katsu dan breaded dory fish. Mereka mengenal bahan makanan, mengikuti proses persiapan, dan mencoba menata hidangan atau plating.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat melihat bahwa makanan yang tersaji di meja melewati sejumlah tahapan. Mereka juga berlatih mengikuti instruksi dan menyelesaikan tugas secara berurutan.</p>
<p>Moses Rahadian, Marketing Communication BeSS Mansion Hotel Surabaya, mengatakan program tersebut diharapkan memberi pengalaman baru yang dapat dibawa pulang anak-anak sebagai pengetahuan dan pembelajaran yang bermanfaat.</p>
<p>&ldquo;Kami berharap setiap anak yang datang ke BeSS Mansion Hotel selalu memiliki pengalaman baru yang bisa mereka bawa pulang, bukan hanya sebagai kenangan, tetapi juga sebagai pengetahuan dan pembelajaran yang bermanfaat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ayling, perwakilan Kiddos Project Surabaya, menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar anak. Melalui kolaborasi ini, anak-anak diharapkan dapat mengeksplorasi hal baru dan membangun kepercayaan diri dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana pengenalan profesi dapat dikemas melalui praktik sederhana. Anak tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba, memperhatikan proses, dan menyelesaikan aktivitas dengan pendampingan.</p>
<p><strong>Pengalaman Belajar Berlanjut Bersama Keluarga</strong></p>
<p>Setelah seluruh sesi praktik selesai, peserta menikmati makan siang bersama dengan hidangan yang telah mereka siapkan. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan berenang bersama keluarga di kolam infinity pool BeSS Mansion Hotel Surabaya.</p>
<p>Perpaduan edukasi dan rekreasi ini memberikan alternatif kegiatan akhir pekan bagi keluarga. Anak-anak dapat mencoba pengalaman baru di luar rutinitas sekolah, sementara orang tua memiliki kesempatan menyaksikan mereka berpartisipasi dalam setiap aktivitas.</p>
<p>Pembelajaran di luar kelas tidak selalu harus berlangsung melalui materi tertulis. Kegiatan yang melibatkan praktik langsung dapat membantu anak memahami hubungan antara pengetahuan dan kehidupan sehari-hari. Merapikan tempat tidur, menyambut tamu dalam simulasi, hingga menyiapkan makanan menjadi contoh sederhana untuk mengenalkan tanggung jawab dan menghargai pekerjaan orang lain.</p>
<p>Melalui Kids Hotelier, lingkungan hotel menjadi ruang bagi anak untuk memperluas wawasan tentang profesi. Pengalaman ini juga membuka kesempatan bagi mereka untuk melatih komunikasi, ketelitian, dan keberanian mencoba hal baru dalam suasana yang menyenangkan.</p>
<blockquote>
<p>Baca juga: <a href="https://jejakdanarah.com/news-72-spektra-2026-di-surabaya-lomba-mewarnai-jadi-ruang-anak-asah-kreativitas">SPEKTRA 2026 di Surabaya, Lomba Mewarnai Jadi Ruang Anak Asah Kreativitas</a></p>
</blockquote>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jejakdanarah.com/po-content/uploads/202610/anak-belajar-table-manner-dalam-program-kids-hotelier-di-surabaya.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Peserta Kids Hotelier belajar tata krama makan sebagai bagian dari pengenalan dunia perhotelan sejak dini.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Feature]]></category></item></channel></rss>