x jejakdanarah.com skyscraper
x jejakdanarah.com skyscraper

Perempuan Hebat di Sekitar Kita: Melia dan Gerakan Sunyi dari Dapur yang Menjaga Bumi

Avatar Deasy Arista Sari

Perempuan

Jejakdanarah.com - Di sekitar kita, ada perempuan-perempuan hebat yang bekerja tanpa banyak suara. Mereka tidak selalu berdiri di panggung, tidak selalu disebut dalam berita, namun jejaknya terasa: rumah lebih bersih, halaman lebih hijau, dan kebiasaan baik perlahan menular ke orang lain. Melia, Perempuan berusia 60 tahun adalah salah satunya sosok yang menjadikan eco enzym dan biopori bukan sekadar kegiatan, melainkan cara hidup.

Perjalanannya dimulai sejak 2016, ketika kepedulian pada lingkungan menemukan ruangnya di rutinitas rumah tangga. Dari informasi seorang rekan di masa pandemi, rasa ingin tahu Melia menjelma menjadi kesungguhan: mengolah limbah organik menjadi cairan yang ia sebut penuh manfaat. Awalnya sederhana, campuran air pel lantai. Tetapi hidup sering meyakinkan kita lewat pengalaman kecil: luka irisan pisau di dapur yang dicelupkan ke cairan eco enzym terasa cepat “tenang”, kulit yang memerah karena panci panas tak berujung pada lepuh seperti yang ia khawatirkan. Dari situ, keyakinannya tumbuh bahwa yang alami pun bisa punya daya, selama dipahami dan dipraktikkan dengan benar.

Melia lalu memproduksi eco enzym dengan lebih serius, bahkan membagikannya tanpa meminta apa pun kembali. Ia menemukan fungsinya bukan hanya sebagai pembersih, tapi juga sebagai “penolong” dalam momen-momen rumah tangga yang sering kita anggap remeh, dari menetralkan bau, merawat rambut yang lelah oleh bahan kimia, hingga mendampingi aktivitas harian yang tak pernah benar-benar berhenti.

Namun kepeduliannya tidak berhenti pada cairan dalam botol. Di pekarangannya, Melia merawat lubang-lubang biopori, ruang kecil di tanah yang diam-diam bekerja. Sampah dapur yang menyengat, kulit udang yang sulit diolah, semua ia kembalikan ke bumi dengan cara yang lebih bijak. Dari situ, ia memanen sesuatu yang tak bisa dibeli: pupuk yang membuat tanaman buah lebih subur, buah lebih besar, rasa lebih manis. Dan lebih dari itu, ia memutus mata rantai yang kerap tak terlihat, tumpukan sampah di TPA, gas metana yang mengintai, dan dampak panjang yang menunggu generasi berikutnya.

Yang membuat kisah Melia terasa penting bukan hanya karena ia melakukan, melainkan karena ia mengajak. Bersama komunitas, dari Lions Club hingga Polwan, ia ikut terlibat dalam aksi lingkungan di ruang publik: menuangkan eco enzym ke Sungai Kalimas dan kawasan Monkasel, membawa harapan bahwa air bisa kembali lebih jernih, bahwa kota bisa kembali lebih bernapas. Mungkin langkah itu terlihat kecil dibanding luasnya masalah, tetapi justru dari langkah-langkah kecil yang konsistenlah perubahan belajar berjalan.

Dan dari sini kita diingatkan: di lingkungan, di circle, di sekitar kita, banyak perempuan hebat seperti Melia. Mereka mengolah, merawat, membagikan, menggerakkan. Mereka menjadikan kepedulian sebagai kebiasaan, bukan sekadar wacana. Sudah waktunya kisah-kisah mereka kita suarakan, bukan untuk mengagungkan, melainkan untuk menyalakan: agar semakin banyak orang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari rumah, dari dapur, dari halaman, dan dari hati yang tidak lelah peduli.

 

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 23:04 WIB | Bisnis

Shibori, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda lewat Olah Kain

Shibori membuka peluang usaha kreatif anak muda lewat motif kain unik, produk fesyen, dan pemanfaatan kain tidak terpakai dengan pendekatan bernilai tambah. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:25 WIB | Feature

GMNI Surabaya Raya Asah Nalar Kritis Kader Lewat Jurnalistik

GMNI Surabaya Raya dan RLD melatih 28 kader jurnalistik untuk memperkuat nalar kritis, memverifikasi informasi, dan menyusun kritik berbasis data. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:08 WIB | Kabar

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional, Petikemas Global Tumbuh 78,69 Persen

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura. Arus petikemas internasional tumbuh 78,69 persen hingga Agustus ...
Jumat, 16 Okt 2026 21:19 WIB | Feature

Spaghetti Hitam The Alana Hotel Surabaya, Kreasi Seafood Chef Anton untuk Halloween

The Alana Hotel Surabaya menghadirkan spaghetti hitam kreasi Chef Anton dengan tinta cumi, udang, dan cumi di Oryza Restaurant, 20 Oktober–30 November 2026. ...
Jumat, 16 Okt 2026 13:54 WIB | Feature

Menjelajahi Masa Lalu Surabaya Lewat Living Museum di Kokoon Hotel

Menjelajahi masa lalu Surabaya lewat Living Museum Kokoon Hotel, dengan koleksi artefak perkantoran era 1900-an di kawasan Kota Tua. ...
Selasa, 13 Okt 2026 07:35 WIB | Sekitar Kita

Dari Dunia Usaha ke Sengketa Investasi, DPO Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro

DPO kasus dugaan investasi di Pamekasan ditangkap di Bojonegoro. Perkara ini menyoroti kepercayaan, transparansi, dan risiko kerja sama investasi. ...