x jejakdanarah.com skyscraper
x jejakdanarah.com skyscraper

JESSICA dan Secangkir Savastea

Avatar Deasy Arista Sari

Perempuan


Ada perempuan-perempuan yang tidak datang sebagai “tokoh utama” dalam sorotan ramai, tapi hadir sebagai penanda arah seperti kompas kecil di saku, yang bekerja diam-diam ketika kita sedang kehilangan utara.

Jesica adalah salah satu penanda itu dalam hidupku.

Aku menulis ini bukan untuk mengagungkan, melainkan untuk memberi ruang: ruang bertutur, ruang bersandar, ruang belajar. Karena mungkin, di luar sana ada perempuan yang sedang membaca sambil bertanya pelan dalam hati: “Aku ini sebenarnya siapa? Aku mesti mulai dari mana?” Dan kalau pertanyaan itu sedang tinggal lama di dadamu, aku ingin kamu tahu, kamu tidak sendirian.

Kisah Jesica dimulai di tahun 2020, di masa pandemi. Masa ketika banyak orang merasa hidupnya seperti ditahan: rencana-rencana membeku, jarak jadi kebiasaan, dan rasa cemas seperti kabut yang tidak segera turun. Tapi justru di tengah hari-hari seperti itu, Jesica menemukan sesuatu yang sangat manusiawi: momen rebahan, momen lelah, momen ingin “ngeteh” agar kepala tidak terlalu berisik.

Dari momen sederhana itu, lahirlah Savastea.

Namanya berakar pada “savasana”, posisi relaksasi dalam yoga. Buatku, ini bukan sekadar nama yang cantik. Ini seperti niat. Seperti doa yang tidak diucapkan keras-keras: semoga siapa pun yang meminum teh ini bisa pulang sebentar ke rasa tenang.

Dan kadang, yang kita perlukan memang hanya itu: pulang sebentar.

Aku suka bagaimana Jesica tidak memulai dari “kesempurnaan”, tapi dari kebiasaan. Dari hobby minum teh. Dari tea time yang sering hadir selama pandemi. Lalu satu hari, ia berani mengubah kebiasaan menjadi langkah: ia terpikir untuk menjual teh. Tidak dengan gegap gempita. Tidak dengan janji-janji besar. Hanya satu keputusan kecil yang diambil dengan sepenuh hati.

Tapi hidup jarang membiarkan keputusan kecil menjadi mudah.

Perjalanan Jesica tidak mulus. Ia menyadari: untuk memulai bisnis teh, hobby saja tidak cukup. Ada ilmu yang harus dicari. Ada kedalaman yang harus dimasuki. Ada proses yang harus disanggupi meski sering kali sunyi.

Jesica belajar mandiri. Ia menggali ilmu ke tea master Indonesia. Sampai akhirnya ia mengambil sertifikasi Tea Master di Australia. Semua dibangun dari nol, dengan dedikasi yang tidak selalu terlihat oleh orang lain—tapi terasa jelas dari cara ia bertahan, dari cara ia terus bertumbuh.

Lalu ada bagian yang paling mengena buatku: Jesica tidak menyebut “customer yang sulit”. Ia melihatnya dengan cara yang lebih lembut sekaligus lebih dewasa, ini soal selera.

Satu orang mungkin tidak cocok dengan rasa ini, tapi bisa jadi akan cocok dengan yang lain. Dan justru di situ tantangannya: karena ini specialty tea, market artisan tidak terlalu besar. Tantangannya bukan hanya “menjual”, melainkan “mempertemukan”mempertemukan rasa dengan orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan cerita yang tepat.

Dan karena ia paham ritme pertumbuhan, Jesica memilih strategi yang realistis: B2B jadi prioritas, karena lebih efisien dari sisi volume dan proses. Retail tetap hadir, tapi ia jalani hati-hati dan bertahap karena tim dan strategi untuk retail belum ingin dipaksa berlari. Ia tidak menolak kemungkinan; ia hanya tidak memaksa keadaan.

Buatku, ini adalah bentuk keberanian yang jarang dibahas: keberanian untuk fokus. Keberanian untuk memilih langkah yang paling masuk akal, tanpa kehilangan kelembutan pada diri sendiri.

Fokus tahun depan pun jelas: menambah 3–4 kafe lewat B2B, sambil mulai menjangkau pasar retail di Jakarta. Retail masih tahap eksplorasi, rencananya dimulai dari pasar atau event yang terkurasi. Tidak terburu-buru. Tidak asal ramai. Ia seperti tahu: yang bertahan lama biasanya dibangun dengan ketepatan, bukan dengan kepanikan.

Dan pada akhirnya, Jesica meninggalkan pesan yang terasa seperti pelukan untuk siapa pun yang sedang memulai, bukan hanya bisnis, tapi juga hidup versi baru.

Untuk memulai, kita butuh konsistensi. Karena tidak ada yang instan. Kita perlu waktu untuk belajar. Kita perlu menerima bahwa proses itu bertahap. Dan tetap berjalan meski hasilnya belum terlihat. Pelan, tapi pasti.

Kalau kamu perempuan yang sedang bingung dengan diri sendiri, aku ingin kamu menyimpan kalimat itu baik-baik, bukan sebagai tuntutan untuk selalu kuat, tapi sebagai izin untuk tidak menyerah. Izin untuk memulai dari kecil. Izin untuk bertumbuh dengan ritmemu sendiri.

Kamu tidak harus “tahu semuanya” dulu untuk melangkah.
Kamu hanya perlu satu hal: keberanian untuk hadir di hari ini.

Seperti secangkir teh yang tidak pernah tergesa, tapi selalu menemukan caranya menghangatkan.

 

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 23:04 WIB | Bisnis

Shibori, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda lewat Olah Kain

Shibori membuka peluang usaha kreatif anak muda lewat motif kain unik, produk fesyen, dan pemanfaatan kain tidak terpakai dengan pendekatan bernilai tambah. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:25 WIB | Feature

GMNI Surabaya Raya Asah Nalar Kritis Kader Lewat Jurnalistik

GMNI Surabaya Raya dan RLD melatih 28 kader jurnalistik untuk memperkuat nalar kritis, memverifikasi informasi, dan menyusun kritik berbasis data. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:08 WIB | Kabar

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional, Petikemas Global Tumbuh 78,69 Persen

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura. Arus petikemas internasional tumbuh 78,69 persen hingga Agustus ...
Jumat, 16 Okt 2026 21:19 WIB | Feature

Spaghetti Hitam The Alana Hotel Surabaya, Kreasi Seafood Chef Anton untuk Halloween

The Alana Hotel Surabaya menghadirkan spaghetti hitam kreasi Chef Anton dengan tinta cumi, udang, dan cumi di Oryza Restaurant, 20 Oktober–30 November 2026. ...
Jumat, 16 Okt 2026 13:54 WIB | Feature

Menjelajahi Masa Lalu Surabaya Lewat Living Museum di Kokoon Hotel

Menjelajahi masa lalu Surabaya lewat Living Museum Kokoon Hotel, dengan koleksi artefak perkantoran era 1900-an di kawasan Kota Tua. ...
Selasa, 13 Okt 2026 07:35 WIB | Sekitar Kita

Dari Dunia Usaha ke Sengketa Investasi, DPO Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro

DPO kasus dugaan investasi di Pamekasan ditangkap di Bojonegoro. Perkara ini menyoroti kepercayaan, transparansi, dan risiko kerja sama investasi. ...