Jejakdanarah.com - Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu hadir dalam bentuk program besar. Di Sidoarjo, sebuah kegiatan sederhana dilakukan melalui gotong royong membersihkan rumah ibadah, merawat fasilitas yang digunakan masyarakat, sekaligus mempertemukan berbagai pihak dalam satu kegiatan sosial.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelar Aston Sidoarjo bersama Bhasakara Jaya dari KODIM 0816 Sidoarjo dan MBM Service di Masjid Baitul Mujtahidin, Sidoarjo, pada 14 September 2026.
Sekitar 45 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama melakukan pembersihan di area masjid, termasuk bagian dalam dan lingkungan sekitar. Salah satu pekerjaan utama dalam kegiatan ini adalah membersihkan kubah Masjid Baitul Mujtahidin dengan dukungan dari MBM Service.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur dari lingkungan setempat, antara lain Letkol Inf. Abraham Prihadi, S.H., M.H. selaku Dandim 0816 Sidoarjo, Kapten Inf. Lukky Arie Sandhi selaku Danramil 0816/03 Buduran, Iptu Sutarno selaku Kanit Binmas Polsek Buduran, serta Haji Ahmad Nurul Huda selaku Kepala Desa Wadungasri.
Turut hadir perwakilan Masjid LDII Baitul Mujtahidin, Siswandi, serta pimpinan MBM, Ahmad Fuad. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan bersih-bersih tidak hanya menjadi aktivitas internal sebuah perusahaan, tetapi juga melibatkan elemen masyarakat dan lingkungan sekitar.
Tidak Hanya Tentang Membersihkan
Masjid merupakan salah satu ruang yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, menjaga kebersihannya bukan hanya persoalan tampilan, tetapi juga bagian dari menciptakan ruang yang nyaman bagi jamaah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya membersihkan bagian luar masjid. Area dalam dan lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari pekerjaan bersama. Sementara itu, pembersihan kubah menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat dukungan dari MBM Service.
Semangat gotong royong menjadi bagian yang cukup menonjol dalam kegiatan tersebut. Masing-masing pihak hadir dengan peran yang berbeda, tetapi diarahkan pada tujuan yang sama: membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan Masjid Baitul Mujtahidin.
Bagi Aston Sidoarjo, keterlibatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk membangun hubungan dengan masyarakat dan berbagai pihak di lingkungan sekitar.
Selain kegiatan bersih-bersih, Aston Sidoarjo menyerahkan bantuan perlengkapan masjid berupa keset dan perlengkapan penunjang kebersihan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan pengurus untuk membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid secara berkelanjutan.
Hospitality yang Keluar dari Gedung Hotel
Kegiatan CSR ini membawa satu pesan yang lebih luas tentang bagaimana sebuah bisnis dapat melihat lingkungan di sekitarnya.
General Manager Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center, David Eko Susanto, mengatakan bahwa hospitality tidak hanya berkaitan dengan pengalaman yang diberikan kepada tamu hotel, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat hadir dan memberikan manfaat bagi komunitas di sekitarnya.
“Bagi kami, hospitality tidak hanya tentang memberikan pengalaman terbaik kepada para tamu, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat hadir dan memberikan manfaat bagi komunitas di sekitar kami,” kata David.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kontribusi sederhana yang diharapkan tetap memiliki makna bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KODIM 0816 Sidoarjo dan MBM Service atas kolaborasi yang terjalin.
Harapannya, kerja sama semacam itu dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Kepedulian Dimulai dari Hal Sederhana
CSR kerap identik dengan program berskala besar, bantuan dalam jumlah besar, atau kegiatan yang menghasilkan dampak yang mudah diukur. Namun, kegiatan di Masjid Baitul Mujtahidin menunjukkan sisi lain dari kontribusi sosial: merawat sesuatu yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Membersihkan kubah, merapikan lingkungan masjid, hingga menyediakan perlengkapan kebersihan mungkin terlihat sederhana. Tetapi ketika dilakukan bersama-sama, pekerjaan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perusahaan, aparat, masyarakat, dan pihak lain dalam satu kegiatan.
Aston Sidoarjo sendiri menyebut kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah sederhana yang dilakukan dengan kepedulian dan kebersamaan juga dapat menjadi bagian dari perubahan yang memberikan manfaat nyata.
Pada akhirnya, kegiatan di Masjid Baitul Mujtahidin bukan hanya tentang masjid yang menjadi lebih bersih.
Ada pesan yang lebih sederhana di baliknya: bahwa ruang yang digunakan bersama juga membutuhkan kepedulian bersama. Dan terkadang, bentuk kepedulian itu tidak perlu menunggu sesuatu yang besar, cukup dimulai dengan datang, bekerja bersama, dan merawat apa yang ada di sekitar.
Editor : Redaksi