x jejakdanarah.com skyscraper
x jejakdanarah.com skyscraper

SPEKTRA 2026 di Surabaya, Lomba Mewarnai Jadi Ruang Anak Asah Kreativitas

Avatar Brigitta N. Ferdiana

Feature

Jejakdanarah.com - Ada sesuatu yang menarik dari meja lomba anak-anak. Bukan hanya warna-warni yang perlahan memenuhi kertas, tetapi juga keputusan-keputusan kecil yang dibuat sendiri.

Warna apa yang dipilih untuk baju. Warna apa yang cocok untuk langit. Bagian mana yang ingin diselesaikan lebih dulu. Ada yang mengerjakannya dengan cepat, ada yang berhenti sejenak untuk berpikir, lalu kembali melanjutkan.

Bagi orang dewasa, pilihan itu mungkin terlihat sederhana. Bagi anak-anak, setiap keputusan merupakan bagian dari proses mengenal diri dan belajar percaya pada pilihannya sendiri.

Suasana tersebut hadir dalam SPEKTRA (Sport, Ekspresi, dan Kreativitas) 2026 di Kompleks Santo Yosef Surabaya. Lomba mewarnai menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk anak tingkat TK, bersama lomba ketangkasan komputer dan fashion show.

SPEKTRA yang diselenggarakan oleh SD dan SMP Santo Yosef ini menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan berbagai jenjang pendidikan dalam satu kompleks, mulai dari KB-TK Tarakanita, SD hingga SMP Santo Yosef.

Rangkaian kegiatannya juga mencakup trial class KB-TK, pelayanan Penerimaan Murid Baru, market day dan bazar, serta pameran hasil karya siswa.

Namun, di balik rangkaian acara tersebut, ada pengalaman kecil yang berlangsung di meja-meja lomba. Anak-anak diberi kesempatan untuk mencoba sesuatu dalam suasana yang berbeda dari kelas sehari-hari.

Warna dan Keputusan-Keputusan Kecil

Kepala Sekolah KB-TK Tarakanita, Theresia Linneke Widiastuti, melihat lomba mewarnai sebagai ruang yang dapat membantu anak mengembangkan lebih dari kemampuan artistik.

Anak belajar mempertahankan perhatian untuk menyelesaikan gambar. Mereka belajar bersabar, mengelola rasa cemas di tengah lingkungan baru, sekaligus bertahan menyelesaikan pekerjaan meski mulai merasa lelah.

Ada pula latihan kemandirian yang berlangsung tanpa banyak disadari.

Anak memilih warna sendiri. Mereka menentukan kombinasi yang menurut mereka tepat. Tidak selalu ada jawaban benar atau salah. Yang ada adalah kesempatan untuk mencoba dan melihat hasil dari keputusan yang dibuat.

“Ketika diberi kebebasan dan rasa percaya, kita bisa melihat ada rasa bangga dan percaya diri yang alami pada raut wajah anak,” ujar Theresia.

Rasa bangga itu bukan hanya muncul dari gambar yang sudah selesai. Ada kepemilikan terhadap proses yang telah mereka jalani, aku yang memilih warnanya, aku yang mengerjakannya, dan aku yang menyelesaikannya.

Dari pengalaman sederhana tersebut, anak perlahan belajar bahwa dirinya mampu.

Ada Pelajaran di Balik Hasil yang Berbeda

Lomba juga membawa anak pada pengalaman lain: hasil tidak selalu sama dengan harapan.

Ada yang mendapat penghargaan, ada yang belum. Ada karya yang mungkin menarik perhatian juri, sementara karya lain tetap menjadi sesuatu yang berharga bagi anak yang membuatnya.

Di titik ini, perlombaan menjadi ruang belajar tentang usaha dan penerimaan.

“Hasil akhir berupa piala atau juara hanyalah bonus, tetapi prosesnya adalah pembelajaran karakter yang sesungguhnya,” kata Theresia.

Menurutnya, keberanian untuk tampil dan kemauan mengerjakan karya hingga tuntas merupakan hal yang lebih dahulu perlu diapresiasi.

Anak juga mulai berkenalan dengan pengalaman keluar dari zona nyaman. Mereka bertemu teman baru, melihat cara orang lain berkarya, dan belajar menerima hasil dari usaha sendiri.

Barangkali inilah bagian yang sering luput dari sebuah perlombaan anak. Kita mudah melihat siapa yang menang, tetapi proses panjang yang dijalani setiap anak berlangsung jauh sebelum nama pemenang disebutkan.

Ada keberanian untuk datang. Ada usaha untuk mencoba. Ada rasa lelah yang harus dilewati. Ada keputusan yang harus dibuat sendiri. Dan ada penerimaan terhadap hasil yang akhirnya diperoleh.

Pulang Membawa Sesuatu

Theresia berharap anak-anak tidak hanya mengingat kegiatan tersebut sebagai sebuah perlombaan.

Ia berharap mereka membawa pulang kenangan yang membahagiakan dan rasa percaya diri yang semakin kuat. Pengalaman itu diharapkan menjadi bagian dari tumbuhnya daya juang, kreativitas, gotong royong, dan keberanian dalam diri anak.

Sebab masa kanak-kanak memang dipenuhi hal-hal kecil yang sering kali terlihat biasa.

Mengambil pensil warna. Memilih satu warna. Menghapus bagian yang salah. Mencoba lagi. Menyelesaikan gambar. Lalu menerima hasilnya.

Namun dari hal-hal kecil itulah anak belajar menghadapi dunia dengan caranya sendiri.

Tidak semua anak harus pulang membawa piala. Ada yang mungkin pulang membawa keberanian untuk mencoba lagi. Ada yang membawa rasa bangga karena berhasil menyelesaikan karyanya. Dan ada yang menemukan satu hal penting: bahwa pilihannya sendiri juga layak dipercaya.

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 23:04 WIB | Bisnis

Shibori, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda lewat Olah Kain

Shibori membuka peluang usaha kreatif anak muda lewat motif kain unik, produk fesyen, dan pemanfaatan kain tidak terpakai dengan pendekatan bernilai tambah. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:25 WIB | Feature

GMNI Surabaya Raya Asah Nalar Kritis Kader Lewat Jurnalistik

GMNI Surabaya Raya dan RLD melatih 28 kader jurnalistik untuk memperkuat nalar kritis, memverifikasi informasi, dan menyusun kritik berbasis data. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:08 WIB | Kabar

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional, Petikemas Global Tumbuh 78,69 Persen

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura. Arus petikemas internasional tumbuh 78,69 persen hingga Agustus ...
Jumat, 16 Okt 2026 21:19 WIB | Feature

Spaghetti Hitam The Alana Hotel Surabaya, Kreasi Seafood Chef Anton untuk Halloween

The Alana Hotel Surabaya menghadirkan spaghetti hitam kreasi Chef Anton dengan tinta cumi, udang, dan cumi di Oryza Restaurant, 20 Oktober–30 November 2026. ...
Jumat, 16 Okt 2026 13:54 WIB | Feature

Menjelajahi Masa Lalu Surabaya Lewat Living Museum di Kokoon Hotel

Menjelajahi masa lalu Surabaya lewat Living Museum Kokoon Hotel, dengan koleksi artefak perkantoran era 1900-an di kawasan Kota Tua. ...
Selasa, 13 Okt 2026 07:35 WIB | Sekitar Kita

Dari Dunia Usaha ke Sengketa Investasi, DPO Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro

DPO kasus dugaan investasi di Pamekasan ditangkap di Bojonegoro. Perkara ini menyoroti kepercayaan, transparansi, dan risiko kerja sama investasi. ...