x jejakdanarah.com skyscraper
x jejakdanarah.com skyscraper

5 Tahun Merger Pelindo, Terminal Teluk Lamong Percepat Transformasi dan Layanan Logistik

Avatar RLD Network

Sekitar Kita

Jejakdanarah.com — Lima tahun setelah merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus mempercepat transformasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan terminal peti kemas.

Transformasi tersebut ditandai dengan pertumbuhan arus peti kemas yang mencapai 2.187.964 TEUs pada 2025, atau meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 780.160 TEUs pada 2021.

Pertumbuhan kinerja tersebut menjadi bagian dari perjalanan TTL dalam memperkuat integrasi operasional, mengembangkan digitalisasi, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk menciptakan layanan terminal yang lebih cepat, efisien, aman, dan berorientasi pada pelanggan.

Mengusung tema “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, TTL menjadikan momentum lima tahun pascamerger sebagai bagian dari evaluasi sekaligus pijakan untuk memasuki fase transformasi berikutnya.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan merger Pelindo memberikan ruang bagi TTL untuk membangun pola kerja yang semakin terintegrasi.

“Lima tahun pascamerger menjadi perjalanan penting bagi Terminal Teluk Lamong. Kami tidak hanya tumbuh dari sisi volume, tetapi juga terus membangun fondasi operasional yang semakin terintegrasi, produktif, dan berorientasi kepada pelanggan,” ujar David dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Pertumbuhan Arus Peti Kemas
Kinerja TTL menunjukkan tren pertumbuhan dalam lima tahun terakhir. Arus peti kemas meningkat dari 780.160 TEUs pada 2021 menjadi 2.187.964 TEUs pada 2025.

Pertumbuhan tersebut semakin kuat dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, arus peti kemas tumbuh 55,9 persen, kemudian meningkat 64,6 persen pada 2025.

Peningkatan volume tersebut berjalan bersamaan dengan perluasan cakupan pengelolaan terminal.

TTL menerima serah operasi TPK Nilam pada 2024 dan TPK Berlian pada 2025. Dengan demikian, TTL kini mengelola tiga terminal peti kemas, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.

Integrasi tersebut menjadi peluang bagi TTL untuk mengoptimalkan aset dan sumber daya, sekaligus memperkuat standardisasi proses dan produktivitas operasional.

Pangkas Waktu Tunggu Kapal
Salah satu inovasi yang memberikan dampak langsung terhadap pelayanan dilakukan pada operasional kapal di dermaga domestik.

TTL sebelumnya menghadapi tantangan arus kuat yang berpotensi memengaruhi waktu pelayanan kapal. Kondisi tersebut kemudian dievaluasi melalui penyempurnaan pola operasi bersama pelayanan pemanduan.

Hasil perbaikan memungkinkan kapal dilayani secara lebih fleksibel tanpa harus menunggu kondisi arus tertentu.

Rata-rata waktu tunggu kapal pun berhasil ditekan dari 6,67 jam menjadi 1,83 jam.

Upaya tersebut selanjutnya diperkuat melalui penerapan Berthing Priority dan Berthing Window.

Kedua konsep tersebut digunakan untuk meningkatkan kepastian jadwal sandar kapal, mengurangi waktu tunggu, sekaligus mendukung reliability jadwal pelayaran.

Digitalisasi Aktivitas Terminal
Perubahan juga terjadi pada pengelolaan kendaraan dan aktivitas di dalam terminal.

TTL menerapkan Terminal Booking System (TBS) pada 2025 untuk mengoptimalkan pengaturan kedatangan truk dan meningkatkan pemerataan arus kendaraan.

Sistem tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan handling capacity terminal, mengendalikan Truck Round Time (TRT), dan membuat proses haulage lebih efisien.

Digitalisasi kemudian diperkuat melalui pengembangan Integrated Planning & Control.

Sistem tersebut memungkinkan proses perencanaan dan pengendalian aktivitas terminal dilakukan secara lebih terintegrasi dengan memanfaatkan data.

Pengembangan teknologi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara terminal dengan perusahaan pelayaran, pengguna jasa, transporter, serta mitra dalam ekosistem logistik.

EAZI Percepat Pelayanan Kapal
Inovasi pelayanan kapal kembali dikembangkan TTL melalui implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) pada 2026.

Program tersebut dilakukan bersama pemangku kepentingan kepelabuhanan dengan mengoptimalkan area labuh untuk mempercepat pelayanan kapal.

Melalui EAZI, proses pelayanan di area labuh dapat dilakukan dengan waktu yang lebih singkat. Langkah ini diharapkan mempercepat pergantian antarkapal serta mendukung proses sandar dan kegiatan operasional berikutnya.

“Transformasi bagi kami bukan satu proyek besar yang berdiri sendiri, tetapi rangkaian continuous improvement,” kata David.

Menurut dia, transformasi dilakukan pada berbagai lini, mulai dari percepatan kapal bersandar, kepastian jadwal, pengaturan truk, hingga perencanaan dan pengendalian seluruh aktivitas terminal.

“Semua bermuara pada satu tujuan, yaitu memberikan layanan yang lebih cepat, pasti, aman, dan efisien kepada pelanggan,” ujarnya.

Menuju Terminal yang Lebih Hijau
Memasuki fase berikutnya, TTL tidak hanya mengejar peningkatan volume dan produktivitas.

Perusahaan juga mengarahkan pengembangan terminal menuju ekosistem yang smart, green, and sustainable.

Integrasi tiga terminal dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan aset dan sumber daya sekaligus memperluas ruang sinergi operasional.

Pemanfaatan teknologi berbasis data juga terus dikembangkan untuk membantu proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi pelayanan.

Upaya tersebut berjalan beriringan dengan komitmen terhadap efisiensi energi, pengurangan dampak lingkungan, keselamatan kerja, serta keberlanjutan operasional terminal.

“Integrasi tiga terminal memberikan ruang yang semakin besar bagi kami untuk mengoptimalkan kapasitas, aset, dan sumber daya secara lebih efektif,” ujar David.

Ia menegaskan, TTL akan terus mengembangkan transformasi dengan tetap memperhatikan kebutuhan pelanggan dan perubahan industri logistik.

Memasuki fase baru setelah lima tahun merger Pelindo, TTL menempatkan integrasi tiga terminal, digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan inovasi operasional sebagai fokus pengembangan.

Melalui semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, perusahaan menargetkan kontribusi yang semakin besar terhadap konektivitas logistik, efisiensi rantai pasok, dan penguatan daya saing maritim Indonesia.

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 23:04 WIB | Bisnis

Shibori, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda lewat Olah Kain

Shibori membuka peluang usaha kreatif anak muda lewat motif kain unik, produk fesyen, dan pemanfaatan kain tidak terpakai dengan pendekatan bernilai tambah. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:25 WIB | Feature

GMNI Surabaya Raya Asah Nalar Kritis Kader Lewat Jurnalistik

GMNI Surabaya Raya dan RLD melatih 28 kader jurnalistik untuk memperkuat nalar kritis, memverifikasi informasi, dan menyusun kritik berbasis data. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:08 WIB | Kabar

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional, Petikemas Global Tumbuh 78,69 Persen

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura. Arus petikemas internasional tumbuh 78,69 persen hingga Agustus ...
Jumat, 16 Okt 2026 21:19 WIB | Feature

Spaghetti Hitam The Alana Hotel Surabaya, Kreasi Seafood Chef Anton untuk Halloween

The Alana Hotel Surabaya menghadirkan spaghetti hitam kreasi Chef Anton dengan tinta cumi, udang, dan cumi di Oryza Restaurant, 20 Oktober–30 November 2026. ...
Jumat, 16 Okt 2026 13:54 WIB | Feature

Menjelajahi Masa Lalu Surabaya Lewat Living Museum di Kokoon Hotel

Menjelajahi masa lalu Surabaya lewat Living Museum Kokoon Hotel, dengan koleksi artefak perkantoran era 1900-an di kawasan Kota Tua. ...
Selasa, 13 Okt 2026 07:35 WIB | Sekitar Kita

Dari Dunia Usaha ke Sengketa Investasi, DPO Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro

DPO kasus dugaan investasi di Pamekasan ditangkap di Bojonegoro. Perkara ini menyoroti kepercayaan, transparansi, dan risiko kerja sama investasi. ...