x jejakdanarah.com skyscraper
x jejakdanarah.com skyscraper

Violet Indigo Warnai Fête de la Musique 2026 di Surabaya, Jejak Tradisi Global Bertemu Generasi Digital

Avatar Brigitta N. Ferdiana

Lifestyle

Jejakdanarah.com – Alunan hyperpop, electro-pop, dan breakbeat mengisi langit Surabaya Barat pada Sabtu (21/6/2026) malam. Dalam perayaan Fête de la Musique 2026 yang digelar di Soirée Rooftop Bar, Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah, Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya menghadirkan Violet Indigo, DJ dan produser musik Prancis-Amerika yang dikenal dengan eksplorasi berbagai genre musik kontemporer.

Perhelatan yang menjadi bagian dari program Celebration of Culture tersebut dimulai sejak pukul 17.00 WIB dengan penampilan DJ Gatra sebagai pembuka. Menjelang malam, area rooftop mulai dipenuhi pengunjung yang menikmati panorama kota dari ketinggian sebelum Violet Indigo mengambil alih meja DJ dan membangun energi hingga penghujung acara.

Kehadiran Violet Indigo menjadi bagian dari Fête de la Musique, festival musik yang lahir di Prancis pada 1982 dan kini diperingati di berbagai negara setiap bulan Juni. Festival ini berangkat dari gagasan sederhana bahwa musik layak hadir lebih dekat dengan masyarakat serta dapat dinikmati siapa saja tanpa memandang latar belakang.

Empat dekade kemudian, gagasan tersebut terus menemukan bentuk baru. Jika dahulu Fête de la Musique identik dengan jalan-jalan kota dan ruang publik di Prancis, kini semangat yang sama dapat ditemukan di berbagai penjuru dunia, termasuk Surabaya. Jejak sebuah tradisi tetap bertahan, sementara cara merayakannya berkembang mengikuti zaman.

“Ini adalah kolaborasi kedua kami dalam program Celebration of Culture bersama Soirée Rooftop Bar. Dalam perayaan Fête de la Musique tahun ini, kami menghadirkan Violet Indigo dengan genre hyperpop yang saat ini tengah digemari oleh kalangan anak muda,” ujar Khrisna, Penanggung Jawab Kebudayaan dan Komunikasi IFI Surabaya.

Pilihan tersebut tidak lepas dari berkembangnya hyperpop sebagai salah satu genre yang banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Hyperpop dikenal sebagai aliran musik yang menggabungkan berbagai unsur sekaligus, mulai dari pop, elektronik, hip-hop, dance, hingga suara-suara sintetis yang sering kali terdengar tidak lazim bagi pendengar musik konvensional.

Genre ini tumbuh pesat melalui platform digital seperti SoundCloud, TikTok, dan Spotify. Banyak musisinya lahir dari komunitas internet yang terbiasa bereksperimen tanpa terlalu memikirkan batas antar-genre. Karena itu, hyperpop sering dianggap sebagai representasi generasi yang tumbuh di tengah arus informasi yang bergerak cepat dan saling terhubung.

Fenomena tersebut menarik untuk diamati. Jika pada masa lalu identitas musik sering dibangun melalui kategori yang tegas, generasi digital justru tumbuh dengan referensi yang berlapis-lapis. Dalam satu hari, seseorang dapat mendengarkan lagu tradisional, pop Korea, musik elektronik Eropa, hingga karya musisi independen dari belahan dunia lain. Perjumpaan berbagai pengaruh itu kemudian melahirkan selera baru yang lebih cair dan terbuka.

Menjelang malam, suasana rooftop semakin hidup. Sebagian pengunjung menikmati pemandangan matahari terbenam, sementara yang lain larut dalam percakapan ringan bersama teman dan kolega. Pemandangan tersebut memperlihatkan bahwa ruang hiburan saat ini tidak hanya menjadi tempat menikmati pertunjukan, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan banyak cerita.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Violet Indigo mulai tampil. Musisi yang memiliki nama asli Laïla Amsallem itu membangun atmosfer secara bertahap melalui rangkaian beat elektronik yang dinamis. Antusiasme pengunjung terlihat dari semakin padatnya area di sekitar panggung dan respons yang mengiringi setiap pergantian komposisi musik.

Di berbagai kota dunia, pertunjukan musik kerap menjadi titik temu beragam latar belakang. Hal serupa terlihat di Surabaya malam itu. Orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal berdiri dalam ruang yang sama, menikmati irama yang sama, dan merasakan energi yang serupa. Musik tidak menghapus perbedaan, tetapi sering kali menciptakan ruang di mana perbedaan dapat hadir tanpa menjadi sekat.

Selain penampilan Violet Indigo, Soirée Rooftop Bar juga menghadirkan sesi wine tasting dengan pilihan wine premium dari Indonesia maupun mancanegara. Pengunjung turut menikmati Live Barbecue Cooking Station yang melengkapi pengalaman bersantai sepanjang malam.

“Secara spesial kami juga menyiapkan wine tasting dalam acara ini. Para tamu dapat mencicipi berbagai pilihan wine premium, baik dari Indonesia maupun mancanegara,” kata Saguh, Outlet Manager Soirée Rooftop Bar.

Perpaduan antara pertunjukan musik, kuliner, dan ruang pertemuan sosial menunjukkan perubahan cara masyarakat urban menikmati waktu luang. Banyak orang kini mencari pengalaman yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga kesempatan untuk membangun koneksi dan menciptakan kenangan bersama.

Fête de la Musique sendiri menyimpan jejak panjang tentang bagaimana seni dapat menjembatani jarak antarmanusia. Dari sebuah inisiatif di Prancis pada awal 1980-an, perayaan ini terus berkembang dan menemukan relevansi di berbagai negara dengan karakter yang berbeda-beda.

Malam itu di Surabaya, jejak tersebut bertemu dengan arah baru yang dibawa generasi digital. Di atas rooftop yang menghadap gemerlap lampu kota, tradisi yang lahir ribuan kilometer jauhnya menemukan makna baru melalui hyperpop, teknologi, dan cara generasi muda membangun hubungan dengan dunia. Bentuknya mungkin berbeda dari empat puluh tahun lalu, tetapi semangatnya tetap sama: menghadirkan ruang perjumpaan melalui karya yang mampu melampaui batas bahasa, negara, dan latar belakang.

Artikel Terbaru
Selasa, 23 Jun 2026 07:17 WIB | Cermin Peristiwa

Workshop AI untuk UMKM Gresik: Ketika Teknologi Digital Mulai Menjangkau Usaha Kecil di Daerah

Lebih dari 200 UMKM di Gresik mengikuti Workshop AI for UMKM with Canva untuk meningkatkan kemampuan digital. ...
Sabtu, 20 Jun 2026 19:17 WIB | Hidup & Makna

Membentuk Karakter Anak Sejak Dini: Pelajaran tentang Kasih dari Ruang Kelas TK

Pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membangun karakter, empati, dan rasa percaya diri anak. ...
Jumat, 19 Jun 2026 12:28 WIB | Lifestyle

Kaya Rasa di Surabaya, Upaya Menjaga Warisan Kuliner Nusantara di Tengah Tren Modern

Kaya Rasa di Surabaya menghadirkan kolaborasi Chef Freddie Salim dan Djaman Doeloe untuk merawat warisan kuliner Nusantara. ...
Rabu, 17 Jun 2026 15:38 WIB | Cermin Peristiwa

Polemik Penghapusan Berita Jadi Pengingat Pentingnya Dialog dalam Ekosistem Informasi Digital

RLD mengapresiasi permohonan maaf PT Siber Shop Teknologi Indonesia terkait polemik penghapusan berita dan mengajak semua pihak memperkuat di ...
Rabu, 13 Mei 2026 18:28 WIB | Hidup & Makna

Ketika Kasus Chromebook dan Nadiem Membuat Generasi Kita Kembali Bertanya Soal Pendidikan

Kasus Chromebook dan nama Nadiem Makarim kembali memunculkan pertanyaan tentang digitalisasi pendidikan. ...
Senin, 11 Mei 2026 09:14 WIB | Refleksi Redaksi

Kita Tidak Gagal, Hanya Terlalu Sibuk Membandingkan Hidup

Media sosial membuat banyak orang diam-diam merasa tertinggal. comparison culture, quarter life crisis, burnout, dan kehilangan rasa cukup di era digital. ...