Jejakdanarah.com – Penerapan Express Anchorage Zone Service (EAZI) di lingkungan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mulai menunjukkan dampak terhadap efisiensi pelayanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.
Salah satu indikatornya terlihat di Terminal Petikemas (TPK) Nilam. Selama penerapan EAZI pada 23 April hingga 31 Agustus 2026, tercatat 176 kapal mendapatkan pelayanan dengan rata-rata waktu ship-to-ship berth changeover atau STS selama 2 jam 53 menit.
Pada periode yang sama, rata-rata jumlah kapal yang masuk dermaga meningkat dari 14 menjadi 17 kapal. Peningkatan tersebut mencapai sekitar 21,4 persen.
Capaian itu menjadi salah satu bahan evaluasi bersama yang digelar TTL dengan para pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak pada Kamis (1/10/2026).
Uji Coba EAZI Berlanjut di TPK Berlian
Selain TPK Nilam, penerapan EAZI juga diuji coba di TPK Berlian. Pada periode 4 hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 16 kapal tercatat mendapatkan pelayanan dengan rata-rata waktu STS 2 jam 24 menit.
TTL menargetkan pengembangan layanan tersebut dapat mendukung pencapaian standar waktu STS selama dua jam. Efisiensi waktu pergantian kapal di tambatan menjadi salah satu aspek yang terus dievaluasi untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas pelabuhan.
Dalam konteks pelayanan kapal, STS merupakan waktu pergantian kapal pada satu tambatan yang dihitung mulai last line kapal sebelumnya hingga first line kapal berikutnya.
TTL Dorong Pelayanan Kapal Lebih Cepat
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait mengatakan, peningkatan pelayanan kapal tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi antara operator terminal, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
“TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pelayanan kapal melalui kolaborasi yang kuat guna menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, aman, reliabel, dan kompetitif,” ujar David Sirait.
Kegiatan evaluasi tersebut diikuti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta PT Pelindo Jasa Maritim.
Forum tersebut menjadi sarana untuk melihat perkembangan penerapan EAZI sekaligus mengidentifikasi langkah perbaikan pelayanan kapal di lingkungan TTL.
Perencanaan Tambat Diperkuat Teknologi Digital
Untuk meningkatkan kepastian pelayanan, TTL juga mengembangkan sistem perencanaan tambat dan pengelolaan kapal berbasis digital.
Salah satunya melalui BESTI (Berth Allocation Efficiency & Support Terminal Integration) yang mendukung perencanaan serta pengelolaan tambatan secara terintegrasi.
Sistem tersebut diperkuat dengan pemantauan perencanaan dan realisasi tambat secara real time serta pengembangan Berthing Management.
Ke depan, BESTI akan dikembangkan agar dapat terhubung dengan PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah pertukaran informasi sekaligus memperkuat koordinasi dalam proses perencanaan hingga realisasi pelayanan kapal.
Stakeholder Didorong Jaga Perbaikan Berkelanjutan
Group Head Pelayanan Kapal PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Santoso mengatakan evaluasi berkala dibutuhkan agar setiap inovasi yang diterapkan benar-benar berdampak terhadap pelayanan pengguna jasa.
“Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa. Evaluasi secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap improvement yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi customer TTL,” jelas Santoso.
Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun mengapresiasi pelaksanaan evaluasi yang dilakukan TTL. Ia menilai penerapan EAZI telah memberikan pengaruh terhadap peningkatan pelayanan kapal.
Melalui evaluasi dan penguatan sistem digital tersebut, TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengembangkan pelayanan kapal di Tanjung Perak agar semakin terintegrasi, efisien, dan memiliki kepastian bagi pengguna jasa.
Editor : RLD Network