Macklemore dikeuarkan dari jadwal Loop Tour yang merupakan rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serik

Macklemore Tak Lagi Tampil di Tur Ed Sheeran, Seruan “Free Palestine” Jadi Sorotan

Reporter : Brigitta N. Ferdiana
Macklemore mengibarkan bendera Palestina di tengah penampilannya di hadapan penonton. Foto: Instagram Macklemore.

Jejakdanarah.com - Macklemore tak lagi menjadi bagian dari sisa rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat. Rapper asal Amerika Serikat itu dikeluarkan dari jadwal Loop Tour setelah pernyataannya mengenai Palestina dalam sebuah konser di New Jersey memicu kontroversi dan penolakan dari sejumlah pihak.

Menurut Reuters, keputusan tersebut diumumkan setelah sejumlah pemilik venue memberi tahu promotor bahwa mereka tidak akan menggelar konser jika Macklemore tetap berada dalam daftar penampil. Messina Touring Group, promotor tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, kemudian menyatakan bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal sebagai artis pendukung.

Macklemore sebelumnya dijadwalkan tampil dalam delapan dari 10 konser tersisa pada rangkaian tur Amerika Serikat Ed Sheeran. Tur tersebut dijadwalkan kembali berlangsung pada 19 September di Philadelphia.

Berawal dari Seruan “Free Palestine”

Kontroversi bermula dari penampilan Macklemore di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September.

Dalam penampilannya sebagai pembuka konser Ed Sheeran, Macklemore menyampaikan dukungan terbuka kepada masyarakat Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Ia kemudian menyerukan “Free Palestine” di hadapan penonton.

The Guardian melaporkan bahwa Macklemore mengatakan salah satu alasan dirinya bergabung dalam tur tersebut adalah untuk menggunakan panggung stadion sebagai ruang menyampaikan dukungan terhadap Palestina.

Ia juga mengatakan ingin masyarakat di Gaza dan Tepi Barat mengetahui bahwa mereka tidak dilupakan. Dalam penampilan tersebut, Macklemore membawakan lagu protesnya, Hind’s Hall, sementara visual mengenai kehancuran di Gaza ditampilkan di layar stadion.

Dalam laporan Rolling Stone, Macklemore sebelumnya mengatakan bahwa kesempatan tampil di stadion-stadion besar seperti MetLife menjadi alasan penting baginya untuk menyampaikan pesan “Free Palestine”. Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah kelompok pro-Israel.

Petisi dan Penolakan Sejumlah Venue

Setelah penampilan tersebut, Israeli-American Council meluncurkan petisi yang meminta Macklemore dikeluarkan dari tur Ed Sheeran.

Menurut The Guardian, kelompok tersebut menilai penggunaan panggung konser untuk menyampaikan pesan politik mengenai konflik Israel-Palestina telah melewati batas yang seharusnya berlaku bagi seorang artis pendukung.

Namun, alasan langsung Macklemore tidak lagi tampil dalam tur bukan semata-mata karena adanya petisi tersebut.

Rolling Stone melaporkan bahwa Messina Touring Group menerima pemberitahuan dari sejumlah venue bahwa mereka tidak akan mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore tetap berada dalam lineup. Promotor kemudian mengatakan bahwa situasi tersebut berpotensi menyebabkan pembatalan konser dan berdampak kepada ratusan ribu penonton.

“Setelah berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal pendukung,” demikian pernyataan Messina Touring Group yang dikutip Rolling Stone.

Macklemore Ungkap Percakapan dengan Ed Sheeran

Setelah kabar tersebut muncul, Macklemore memberikan penjelasan melalui unggahan panjang di Instagram.

Menurut Reuters, Macklemore mengatakan dirinya dan Ed Sheeran telah melalui sejumlah “percakapan sulit” selama sepekan terakhir. Ia juga menggambarkan Sheeran sebagai teman yang telah dikenalnya selama sekitar 13 tahun.

Dalam pernyataannya, Macklemore mengatakan keputusan untuk mengeluarkannya dari tur merupakan keputusan Ed Sheeran dan timnya. Ia juga mengklaim bahwa sejumlah pemilik stadion memberikan tekanan agar dirinya tidak lagi tampil.

Variety melaporkan bahwa Macklemore secara khusus menyebut nama Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan bagian dari kelompok yang mengelola Gillette Stadium. Menurut versi Macklemore, Kraft menyampaikan kepada Sheeran bahwa Macklemore tidak akan diizinkan tampil di stadion tersebut dan kemudian menggalang dukungan dari pemilik venue lainnya.

Klaim mengenai tekanan dari para pemilik venue tersebut juga diberitakan oleh ABC News, yang mencatat bahwa Macklemore mengatakan Kraft menggalang dukungan dari sejumlah pemilik stadion agar dirinya dikeluarkan dari tur.

Namun, promotor tur tidak menyebut nama Kraft maupun pemilik venue tertentu dalam pernyataan awal mengenai perubahan lineup.

Robert Kraft Berikan Respons

Robert Kraft kemudian memberikan respons atas pernyataan Macklemore.

Menurut Variety, Kraft membela keputusannya dan mengatakan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk mengambil sikap ketika merasa batas telah dilampaui. Ia mengaitkan sikap tersebut dengan upayanya melawan kebencian dan antisemitisme.

Reuters juga melaporkan bahwa Kraft mengatakan dirinya merasa perlu mengambil sikap ketika menilai batas tersebut telah dilanggar. Sementara itu, Macklemore membantah tuduhan antisemitisme dan berpendapat bahwa kritik terhadap tindakan pemerintah Israel tidak seharusnya disamakan dengan kebencian terhadap masyarakat Yahudi.

Kraft, menurut Variety, juga menyatakan terbuka untuk duduk bersama Macklemore dan membicarakan persoalan tersebut.

Macklemore Kembali Bicara kepada Penonton Yahudi

Persoalan tersebut semakin mendapat perhatian setelah Macklemore tampil untuk kedua kalinya di MetLife Stadium pada 5 September.

The Guardian melaporkan bahwa dalam penampilan tersebut Macklemore secara khusus berbicara kepada anggota penonton yang beragama Yahudi. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap Israel dan dukungan terhadap Palestina tidak dimaksudkan sebagai kritik terhadap masyarakat Yahudi.

Pesan tersebut, menurut Macklemore, berkaitan dengan keinginannya agar semua manusia diperlakukan dengan martabat, rasa hormat dan kesetaraan.

Namun, pernyataan itu tetap tidak menghentikan kontroversi.

Rolling Stone mencatat bahwa kelompok StopAntisemitism menuduh Macklemore menggunakan panggung konser untuk menyampaikan pesan anti-Israel. Unggahan kelompok tersebut kemudian turut dibagikan oleh penyanyi Pink, yang selanjutnya memberikan penjelasan mengenai sikapnya.

Ed Sheeran Belum Memberikan Pernyataan Panjang

Di tengah kontroversi tersebut, Ed Sheeran belum memberikan penjelasan publik secara panjang mengenai keputusan mengeluarkan Macklemore dari sisa tur.

Menurut Reuters, Sheeran belum memberikan komentar langsung ketika kabar mengenai perubahan lineup tersebut muncul.

Sementara itu, Macklemore mengatakan dirinya berharap perbedaan pandangan tersebut tidak mengakhiri hubungan pertemanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Ketika Musik Bertemu Isu Kemanusiaan

Kasus Macklemore dan Ed Sheeran memperlihatkan bagaimana panggung musik global dapat bersinggungan dengan isu sosial dan politik yang jauh lebih besar dari sebuah pertunjukan.

Bagi Macklemore, konser merupakan ruang untuk menyampaikan sikap terhadap persoalan Palestina. Namun, penggunaan panggung tersebut juga membawa konsekuensi ketika pesan yang disampaikan bersinggungan dengan konflik yang sangat sensitif.

Di sisi lain, keputusan sejumlah venue untuk tidak menggelar konser dengan Macklemore di lineup membuka perdebatan lain mengenai batas antara kebebasan berekspresi seorang musisi, kepentingan penyelenggara, serta sensitivitas penonton dan komunitas tertentu.

ABC News melaporkan bahwa Loop Tour Ed Sheeran dijadwalkan kembali pada 19 September di Philadelphia, sementara Macklemore tidak lagi menjadi bagian dari jajaran artis pendukung untuk sisa rangkaian tur Amerika Serikat.

Dengan demikian, persoalan Macklemore dan Ed Sheeran kini tidak lagi hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung. Kasus ini berkembang menjadi percakapan yang lebih luas mengenai bagaimana musisi menggunakan panggung global untuk menyuarakan keyakinan, serta bagaimana industri hiburan merespons ketika ekspresi tersebut bertemu dengan isu politik dan kemanusiaan yang sangat sensitif.

Editor : Redaksi

Kabar
Populer
Berita Terbaru