Jejakdanarah.com - Sebuah telepon genggam kini tidak hanya menjadi alat komunikasi bagi pelaku usaha. Perangkat yang digunakan sehari-hari itu juga dapat dimanfaatkan untuk membuat katalog, menyiapkan materi promosi, hingga menghasilkan konten yang membantu produk menjangkau lebih banyak konsumen.
Pemanfaatan teknologi tersebut diperkenalkan kepada 300 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan AI for UMKM with Canva yang digelar di Sidoarjo dan Surabaya pada 15–16 September 2026. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan digital pelaku usaha agar lebih siap menghadapi perubahan perilaku konsumen.
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, mengatakan pelaku UMKM tidak harus menjadi ahli teknologi untuk dapat memanfaatkan perkembangan digital. Menurutnya, yang lebih penting adalah memahami kebutuhan usaha, lalu memilih teknologi yang memang dapat membantu pekerjaan sehari-hari.
“Teknologi pada dasarnya adalah alat untuk membantu kita bekerja dan menjalankan usaha dengan lebih baik. Bapak dan Ibu tidak harus menjadi ahli teknologi. Yang penting adalah bagaimana kita memilih dan memanfaatkan teknologi yang tepat untuk kebutuhan usaha kita,” ujar Tiar.
Produk Bagus Saja Tidak Lagi Cukup
Perubahan perilaku konsumen membuat tantangan UMKM ikut berubah. Kualitas produk tetap menjadi fondasi utama, tetapi cara sebuah produk ditampilkan kini turut menentukan apakah konsumen tertarik untuk mengenalnya.
Di ruang digital, calon pembeli dapat membandingkan berbagai produk hanya dalam hitungan detik. Foto produk, desain kemasan, katalog, hingga konten media sosial menjadi bagian dari kesan pertama yang diterima konsumen sebelum memutuskan membeli.
Karena itu, kemampuan membangun komunikasi visual kini menjadi bagian penting dari strategi pemasaran UMKM.
AI Membantu Pekerjaan yang Dulu Terasa Rumit
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan pada berbagai cara memanfaatkan Canva dan AI untuk kebutuhan usaha, mulai dari membuat materi promosi, menyusun katalog digital, hingga mencari ide konten.
Teknologi dinilai dapat membantu memangkas waktu dan biaya yang sebelumnya dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan kreatif.
“Banyak sebelumnya terasa rumit dan membutuhkan waktu serta biaya yang cukup besar. Sekarang bisa kita lakukan dengan lebih mudah cukup dari handphone yang kita gunakan sehari-hari,” kata Tiar.
Bagi pelaku usaha, manfaat tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana: memperbaiki foto produk, membuat desain promosi yang lebih rapi, atau menyusun konten media sosial secara lebih konsisten.
Kolaborasi Dorong UMKM Lebih Siap Beradaptasi
Kegiatan AI for UMKM with Canva merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, yang terlaksana melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Surabaya Mia Santi Dewi, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur Haryo Bimo, Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Jawa Timur Adik Dwi, serta perwakilan Ikatan Alumni Universitas Airlangga.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga ruang belajar agar pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mencoba dan menggunakannya secara langsung.
Harapan agar UMKM Naik Kelas
Tiar berharap pengenalan AI tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan tentang teknologi, tetapi benar-benar mendorong UMKM menjadi lebih produktif, kreatif, dan mampu memperluas pasar.
“Harapan kita bukan sekadar makin banyak UMKM memakai teknologi, tetapi makin banyak UMKM Surabaya naik kelas karena teknologi lebih produktif, lebih kreatif, pasarnya lebih luas, dan makin percaya diri bersaing,” tutup Tiar.
Pada akhirnya, transformasi digital bagi UMKM tidak selalu harus dimulai dengan investasi besar. Kadang, langkah pertama cukup dimulai dari perangkat yang sudah ada di tangan dan keberanian untuk mencoba cara baru dalam mengembangkan usaha.
Editor : Redaksi