Sepuluh pelari Marriott menempuh rute 26 km dalam kampanye sosial bagi penyintas kanker payudara.

Road to Give Surabaya, Marriott Tempuh 26 KM Dukung Penyintas Kanker Payudara

Reporter : Brigitta N. Ferdiana
Pelari Road to Give Surabaya 2026 mengenakan kaus pink dalam kampanye olahraga dan kepedulian terhadap penyintas kanker payudara yang diinisiasi Marriott International.

Jejakdanarah.com - Sepuluh pelari Marriott International akan menempuh jarak 26 kilometer melintasi sejumlah properti hotel di Surabaya dalam kampanye Moving with Purpose. Aksi ini menjadi bagian dari Road to Give 2026, gerakan yang menghubungkan olahraga dengan kepedulian terhadap penyintas kanker payudara.

Marriott memperkirakan sekitar 800 peserta akan mengikuti Road to Give pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Aloft by Marriott Surabaya Pakuwon City. Kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman berlari, tetapi juga mengajak masyarakat melihat hubungan antara gaya hidup aktif, kesadaran kesehatan, dan dukungan bagi orang-orang yang menghadapi kanker payudara.

26 Kilometer, Tidak Hanya tentang Jarak Tempuh

Kampanye Moving with Purpose menjadi salah satu bagian dari Road to Give 2026. Sepuluh pelari Marriott akan menempuh rute 26 kilometer yang menghubungkan sejumlah properti Marriott di Surabaya.

Perjalanan mereka mencakup The Westin Surabaya, Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah, Fairfield by Marriott Surabaya, Sheraton Surabaya, Four Points by Sheraton Surabaya Tunjungan Plaza, dan JW Marriott Hotel Surabaya. Para pelari kemudian menuju Reach to Recovery Surabaya (RRS) sebelum mengakhiri perjalanan di Aloft by Marriott Surabaya Pakuwon City.

Reza Aryawarman, Multi-Property General Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Four Points by Sheraton Surabaya Tunjungan Plaza, dan Aloft by Marriott Surabaya Pakuwon City, mengatakan isu kanker menjadi perhatian Marriott dalam rangkaian kegiatan tahun ini.

Menurut Reza, Marriott telah menjalankan kegiatan edukasi dan peningkatan kesadaran mengenai kanker selama dua tahun terakhir. Tahun ini, timnya kembali memilih kegiatan lari karena olahraga tersebut semakin diminati masyarakat.

Pilihan itu mempertemukan aktivitas fisik dengan tujuan sosial. Berlari memang menuntut stamina dan konsistensi, tetapi dalam kegiatan ini, olahraga juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepedulian kepada masyarakat yang lebih luas.

“Jarak 26 kilometer ini menjadi simbol bahwa sebuah tujuan besar selalu dimulai dari satu langkah. Yang terpenting adalah kemauan untuk bergerak, berbagi, dan mengambil bagian,” ujar Reza.

Road to Give menyediakan kategori lari 5K dan 10K. Marriott memperkirakan sekitar 800 peserta dari kalangan karyawan, komunitas, dan masyarakat umum akan mengikuti kegiatan tersebut. Panitia juga menyiapkan hiburan serta rest village agar peserta dapat beristirahat dan berkumpul setelah berlari.

Area rest village menghadirkan stan makanan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Konsep ini memberi kesempatan bagi usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus menciptakan ruang interaksi bagi peserta.

“Kami juga menghadirkan rest village dengan stan makanan yang melibatkan UMKM agar mereka dapat menjual produk-produknya,” ujar Reza.

Masyarakat yang ingin mendukung kegiatan ini juga dapat memberikan donasi tanpa batas minimum. Dengan begitu, partisipasi tidak hanya terbuka bagi mereka yang mampu berlari, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin berkontribusi sesuai kemampuan.

Pink Morning Club Mengajak Warga Lebih Peduli pada Kesehatan

Sebelum Road to Give, Marriott menggelar Pink Morning Club - Surabaya in Pink pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Sheraton Surabaya Hotel & Towers.

Kegiatan ini menghadirkan jalan santai dan pemeriksaan kesehatan bersama Dinas Kesehatan. Peserta juga dapat menikmati hiburan musik serta mengikuti pembagian hadiah.

Berbeda dari lomba lari yang memiliki jarak dan target tertentu, Pink Morning Club menawarkan aktivitas yang lebih santai. Warga dapat bergerak bersama, berkumpul, dan mengenal pesan kesehatan dalam suasana yang lebih terbuka.

Kedua kegiatan ini berlangsung dalam momentum Breast Cancer Awareness Month, yang diperingati secara global setiap Oktober. Warna merah muda menjadi simbol kampanye sekaligus pengingat akan pentingnya kesadaran terhadap kanker payudara.

Dari sisi wellness, kegiatan seperti jalan santai dan lari dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup aktif. Namun, menjaga kesehatan tidak hanya berarti rutin bergerak atau mengikuti acara olahraga. Kesadaran terhadap kondisi tubuh, akses pada informasi yang tepat, dan kemauan memeriksakan perubahan yang mencurigakan juga memegang peranan penting.

Kanker payudara pun tidak dapat dipahami hanya melalui satu pengalaman atau satu faktor risiko. Karena itu, edukasi perlu membantu masyarakat mengenali perubahan pada tubuh tanpa menimbulkan ketakutan atau mendorong kesimpulan medis secara mandiri.

Melalui Pink Morning Club dan Road to Give, Marriott membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dengan cara yang berbeda. Ada yang memilih berlari, mengikuti jalan santai, menikmati kegiatan bersama komunitas, atau memberikan donasi. Setiap bentuk partisipasi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun perhatian yang lebih besar terhadap kesehatan.

Dukungan Komunitas Membantu Penyintas Menjalani Perjalanan

Di balik kampanye kesehatan, ada sisi lain yang tidak kalah penting: bagaimana pasien dan penyintas menjalani kehidupan di luar ruang pengobatan. Diagnosis kanker dapat membawa perubahan besar, baik secara fisik maupun emosional. Dalam proses tersebut, dukungan dari orang lain dapat membantu pasien merasa didengar dan tidak menghadapi semuanya sendirian.

Perwakilan Marriott International dan penyelenggara dalam konferensi pers Road to Give 2026 dan Pink Morning Club di Surabaya, Jumat (9/10/2026).

Ika Damajanti, penyintas kanker payudara asal Surabaya, aktif dalam komunitas Reach to Recovery Surabaya (RRS). Komunitas ini mempertemukan penyintas kanker payudara, pemerhati, dan pendamping pasien atau caregiver.

Dalam pernyataannya, Ika menjelaskan bahwa RRS menjalankan kegiatan edukasi kesehatan, kampanye kesadaran kanker, sosialisasi ke sekolah, serta dukungan bagi pasien yang menjalani pengobatan. Komunitas tersebut memiliki lebih dari 200 anggota, meski jumlah terkini masih perlu dipastikan.

Kehadiran RRS memperlihatkan bahwa dukungan bagi penyintas tidak selalu berbentuk bantuan materi. Ruang untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi, dan bertemu orang-orang yang memahami situasi serupa juga dapat memberi arti dalam perjalanan menghadapi kanker.

Pendampingan seperti ini tidak menggantikan peran tenaga medis. Namun, komunitas dapat membantu pasien dan keluarga menghadapi sisi sosial serta emosional dari proses pengobatan. Bagi sebagian orang, mengetahui bahwa ada orang lain yang bersedia mendengarkan dapat menjadi alasan untuk tetap mencari informasi, meminta bantuan, dan menjalani proses pengobatan dengan dukungan yang lebih baik.

Pada saat yang sama, masyarakat perlu mengenali perubahan pada payudara dan tidak mengabaikannya. Benjolan atau perubahan lain sebaiknya segera diperiksakan kepada tenaga medis, termasuk jika muncul saat menyusui. Pemeriksaan profesional membantu menentukan penyebab perubahan dan langkah penanganan yang sesuai.

Pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI dapat membantu seseorang mengenali perubahan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan maupun skrining sesuai anjuran medis.

Pada akhirnya, kepedulian terhadap kanker payudara tidak selesai setelah rangkaian acara berakhir atau simbol merah muda kembali disimpan. Kepedulian juga terlihat dari kebiasaan menjaga kesehatan, keberanian mencari bantuan medis, dan kesediaan memberi ruang bagi orang lain untuk menjalani prosesnya tanpa stigma.

Melalui Road to Give dan Pink Morning Club, Marriott membawa ajakan tersebut ke ruang publik Surabaya. Jarak 26 kilometer menjadi simbol gerakan, tetapi maknanya tidak hanya terletak pada garis akhir. Makna itu juga hadir dalam langkah-langkah kecil yang berlanjut setelahnya: lebih sadar terhadap kesehatan, lebih terbuka terhadap informasi, dan lebih bersedia mendampingi mereka yang membutuhkan dukungan.

Editor : Redaksi

Kabar
Populer
Berita Terbaru