Akhir-akhir ini aku mulai takut dengan satu pertanyaan sederhana.
Bukan pertanyaan besar tentang hidup.
Bukan juga tentang masa depan.
Cuma ini:
“Sekarang lagi apa?”
Dulu, aku selalu punya jawaban.
Cepat. Jelas. Bahkan kadang terdengar membanggakan.
Tapi sekarang…
aku butuh jeda.
Bukan karena aku tidak melakukan apa-apa.
Tapi karena aku tidak lagi tahu,
mana yang bisa aku sebut sebagai “aku”.
Dan mungkin, dari situ semuanya mulai.
Aku Pernah Punya Jawaban
Dulu, semuanya terasa lebih mudah.
Aku tahu bagaimana memperkenalkan diri.
Aku tahu harus bilang apa ketika orang bertanya.
Aku tahu di mana posisiku.
Ada rasa tenang saat hidup terasa jelas seperti itu.
Seolah-olah selama aku punya sesuatu untuk disebut,
aku baik-baik saja.
Dan tanpa sadar, aku mulai percaya:
kalau aku punya jabatan,
aku berarti.
kalau aku punya penghasilan,
aku aman.
kalau aku punya pencapaian,
aku cukup.
Aku tidak pernah benar-benar mempertanyakan itu.
Karena semuanya berjalan… dan terlihat baik-baik saja.
Sampai Aku Melepasnya
Aku kira aku hanya sedang berhenti dari pekerjaan.
Ternyata tidak.
Yang aku lepas bukan cuma rutinitas.
Bukan cuma penghasilan.
Tapi juga sesuatu yang selama ini diam-diam aku pegang erat:
cara aku melihat diriku sendiri.
Hari-hari yang dulu penuh,
tiba-tiba jadi kosong.
Tidak ada yang menunggu.
Tidak ada yang menanyakan.
Tidak ada yang membuat aku merasa “dibutuhkan”.
Dan di tengah semua itu,
aku mulai merasa asing dengan diriku sendiri.
Yang Tidak Pernah Aku Siapkan
Tidak ada yang benar-benar bilang
bahwa kehilangan arah itu… sesepi ini.
Tidak dramatis.
Tidak juga terlihat dari luar.
Tapi di dalam,
seperti ada ruang yang tiba-tiba kosong.
Aku mulai menghindari pertanyaan sederhana.
Mulai tidak nyaman saat harus menjelaskan hidupku.
Dan di satu titik,
aku duduk diam… dan sadar sesuatu:
selama ini aku terlalu lama bersembunyi di balik peran.
Aku pikir aku sedang membangun diri.
Ternyata aku sedang membungkus diri,
dengan sesuatu yang mudah dikenali orang lain.
Pertanyaan yang Tidak Bisa Aku Hindari
Ada satu pertanyaan yang terus datang, pelan tapi tidak pergi:
“Kalau semua ini tidak ada… aku ini siapa?”
Aku coba menjawabnya dengan cepat.
Tapi tidak bisa.
Karena jawabannya bukan sesuatu yang bisa aku ambil dari luar.
Aku harus duduk lebih lama.
Lebih jujur.
Dan itu tidak selalu nyaman.
Karena aku mulai melihat hal-hal yang selama ini aku tutupi dengan kesibukan:
bahwa aku sering memilih karena takut tertinggal
bahwa aku merasa cukup hanya saat diakui
bahwa aku butuh sesuatu… untuk merasa jadi seseorang
Dan tanpa semua itu,
aku seperti kehilangan pegangan.
Pelan-Pelan, Aku Mulai Melihat
Tidak ada momen besar.
Tidak ada titik di mana semuanya tiba-tiba jelas.
Hanya hal kecil.
Aku mulai diam lebih lama.
Mulai mendengarkan diri sendiri tanpa buru-buru menjawab.
Dan dari situ, aku mulai sadar sesuatu yang sederhana:
aku masih ada.
Bahkan tanpa semua yang dulu aku banggakan.
Cara aku berpikir… masih sama.
Cara aku merasakan… masih sama.
Hal-hal kecil yang membuat aku merasa hidup… masih ada.
Dan mungkin selama ini,
itu yang justru paling nyata.
Mungkin Selama Ini Aku Salah
Aku kira:
karier adalah siapa aku
finansial adalah bukti aku berhasil
jabatan adalah nilai aku di mata dunia
Tapi sekarang aku mulai melihat dengan cara yang berbeda.
Mungkin itu semua hanya hal yang aku jalani.
Bukan sesuatu yang benar-benar mendefinisikan aku.
Karena saat semuanya dilepas,
yang tersisa bukan “tidak ada apa-apa”.
Yang tersisa adalah aku.
Tanpa tambahan apa pun.
Dan jujur…
itu lebih tenang dari yang aku kira.
Arah yang Tidak Lagi Sama
Sekarang, aku tidak lagi terlalu sibuk mencari jawaban yang bisa aku jelaskan ke orang lain.
Aku lebih sering bertanya hal yang tidak perlu dijawab dengan kata-kata:
apakah aku jujur hari ini?
apakah aku menjalani ini karena aku mau… atau karena aku takut?
Arah hidupku tidak lagi terlihat jelas seperti dulu.
Tapi anehnya,
aku tidak lagi merasa tersesat.
Penutup
Kalau sekarang ada yang bertanya lagi:
“Lagi apa?”
Mungkin aku masih akan diam sebentar.
Bukan karena aku tidak tahu.
Tapi karena aku tidak lagi butuh menjelaskan semuanya.
Karena untuk pertama kalinya,
aku mulai mengenal diriku…
tanpa harus menyebutkan apa pun.
Dan mungkin, itu cukup.
Untuk Kamu
Coba pelan-pelan jawab ini, tidak perlu buru-buru.
Kalau semua yang selama ini kamu pakai untuk menjelaskan dirimu… dilepas,
tidak ada jabatan
tidak ada pencapaian
tidak ada yang bisa kamu tunjukkan
“Kamu masih merasa kamu siapa?”
Editor : Redaksi