Jejakdanarah.com - Kopi yang biasanya hadir dalam bentuk seduhan sederhana bisa berubah menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda ketika bertemu dengan teknik mixology. Bagi barista, proses tersebut bukan hanya soal membuat minuman terasa enak, tetapi juga bagaimana sebuah ide diterjemahkan menjadi sajian yang memiliki rasa dan karakter.
Hal itu terlihat dalam Junior Barista Showdown 2026 – Coffee Mixology Competition Vol. 3 yang digelar The Alana Surabaya pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Bertempat di Phoenix Lounge & Bar, The Alana Surabaya, kompetisi ini mempertemukan barista muda dengan sejumlah praktisi industri beverages.
Memasuki volume ketiga, Junior Barista Showdown kembali membawa barista muda ke situasi yang berbeda dari rutinitas mereka. Di sini, peserta harus berhadapan dengan waktu, penilaian juri, bahan yang tersedia, sekaligus tuntutan untuk menghasilkan sebuah kreasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya.
Peserta ditantang menunjukkan teknik, kreativitas, serta kemampuan mereka membangun rasa melalui sajian coffee mixology. Dengan kata lain, kopi menjadi titik awal untuk bereksperimen lebih jauh.
Tidak hanya tentang siapa yang menang
Bagi The Alana Surabaya, kompetisi ini memiliki tujuan yang lebih panjang daripada sekadar menentukan pemenang.
General Manager The Alana Surabaya, Fabio P. Simorangkir, mengatakan Junior Barista Showdown dibuat sebagai ruang bagi barista muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus bertemu langsung dengan orang-orang yang sudah lebih dulu bekerja di industri.
“Kami ingin Junior Barista Showdown menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Kami ingin para barista muda yang memiliki passion di bidang ini mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka, bertemu dengan para profesional, dan belajar dari pengalaman selama kompetisi,” ujar Fabio.
Pertemuan antara peserta dan praktisi menjadi salah satu bagian penting dari kompetisi. Sebab bagi barista yang sedang membangun pengalaman, kesempatan untuk mendapatkan penilaian langsung dari profesional bisa memberikan perspektif yang berbeda dari proses belajar sehari-hari.
Fabio melihat pengalaman tersebut bahkan bisa menjadi bagian dari perjalanan profesional peserta setelah kompetisi selesai.
“Bisa jadi hari ini mereka datang sebagai peserta, tetapi pengalaman yang mereka dapatkan di sini bisa menjadi salah satu langkah untuk perjalanan mereka sebagai profesional di industri. Itu yang menurut saya membuat acara ini menjadi berarti,” tambahnya.
Pernyataan tersebut juga menunjukkan bagaimana kompetisi tidak semata-mata ditempatkan sebagai pertandingan. Ada proses belajar yang berjalan bersamaan dengan kompetisi.
Coffee mixology sendiri membuka kemungkinan yang lebih luas bagi seorang barista. Kopi tidak harus berdiri sendiri. Ia dapat dipadukan dengan berbagai bahan untuk menghasilkan rasa dan pengalaman yang berbeda.
Food & Beverage Manager The Alana Surabaya, Miftahol Arifin, melihat sisi eksplorasi tersebut sebagai salah satu daya tarik utama kompetisi.
“Coffee mixology memberikan ruang bagi barista untuk menunjukkan kreativitas, tidak hanya dari teknik, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun rasa dan karakter sebuah minuman,” ujar Miftahol.
Menurutnya, kompetisi menjadi kesempatan bagi peserta untuk membawa gagasan mereka ke dalam satu sajian.
“Kami ingin melihat sejauh mana peserta berani bereksplorasi dan membawa ide mereka ke dalam satu sajian,” lanjutnya.
Karena itu, coffee mixology dalam kompetisi ini tidak berhenti pada persoalan mencampurkan beberapa bahan. Ada keputusan yang harus dibuat peserta: rasa seperti apa yang ingin dibangun, bahan apa yang digunakan, bagaimana teknik diterapkan, dan bagaimana keseluruhan kreasi tersebut dapat menjadi satu minuman.
Juri datang dari berbagai sisi industri
Untuk menilai kreasi peserta, The Alana Surabaya menghadirkan empat juri dengan pengalaman yang berbeda.
Mereka adalah Ivan Andriansyah, F&B Manager ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center; Steve Ranu, Mixologist Jumeirah Al Naseem, Dubai; Ade Herlambang, R&D Beverages Excelso & Societe, Evolved Q Arabica Grader serta SCA Barista Foundation & Intermediate; dan Bonny Haruna, Principal Toza Juice Jatim.
Latar belakang yang beragam tersebut membawa sudut pandang yang berbeda ke dalam kompetisi. Hospitality, mixology, pengembangan produk beverages, coffee grading hingga fruit-based beverages menjadi bagian dari pengalaman yang dibawa para juri.
Bagi peserta, kehadiran mereka tidak hanya berarti mendapatkan nilai. Ada kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah kreasi dinilai dari perspektif profesional yang berbeda.
Miftahol berharap pengalaman tersebut dapat membantu peserta membawa pulang pengetahuan yang bisa digunakan setelah kompetisi.
“Bertemu dengan juri yang memiliki pengalaman di bidangnya tentu menjadi kesempatan belajar yang tidak setiap hari mereka dapatkan. Kami berharap setelah kompetisi ini, peserta bisa membawa pulang insight baru dan semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan mereka,” katanya.
Brand ikut membuka ruang eksplorasi rasa
Eksperimen yang dilakukan peserta juga mendapat dukungan dari sejumlah brand yang berkaitan dengan industri coffee dan beverages.
Excelso menjadi salah satu partner yang mendukung aspek coffee dalam kompetisi. Sementara Delifru Flavor Expert, Yakult, dan Toza turut memberikan dukungan dalam menghadirkan pilihan bahan dan pengalaman eksplorasi rasa bagi peserta.
Kehadiran berbagai produk tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat lebih banyak kemungkinan dalam menyusun sebuah kreasi minuman.
Di sisi lain, keterlibatan brand juga mempertemukan barista muda dengan nama-nama yang sudah lebih dahulu hadir dalam industri beverages. Relasi semacam ini menjadi bagian lain dari pengalaman yang mungkin tidak terlihat dari hasil akhir kompetisi.
Lebih dari hadiah
Seperti kompetisi pada umumnya, Junior Barista Showdown 2026 juga menyediakan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah bagi peserta dengan performa terbaik.
Namun bagi The Alana Surabaya, hadiah bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan acara.
“Juara tentu menjadi sebuah pencapaian, tetapi kami berharap setiap peserta pulang dengan sesuatu yang lebih besar dari sekadar hadiah. Bisa berupa ilmu baru, pengalaman, koneksi, atau bahkan kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh di industri ini,” kata Fabio.
Pada akhirnya, tidak semua peserta akan membawa pulang gelar juara. Tetapi setiap peserta memiliki kesempatan membawa pulang pengalaman yang berbeda: pernah diuji oleh para profesional, pernah mempertanggungjawabkan sebuah kreasi, dan pernah melihat bagaimana ide mereka diterima oleh orang lain.
Junior Barista Showdown 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga dari Coffee Mixology Competition yang digelar The Alana Surabaya. Melalui kegiatan ini, hotel tersebut berharap dapat terus mempertemukan talenta muda, komunitas, brand, dan profesional beverages dalam satu ruang.
Sebab dalam industri yang terus berkembang, kemampuan meracik kopi mungkin menjadi dasar. Tetapi keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru bisa menjadi langkah yang membuat seorang barista menemukan arahnya sendiri.
Editor : Redaksi