x jejakdanarah.com skyscraper
x jejakdanarah.com skyscraper

CORTIS dan “FaSHioN”: Tembus 100 Juta Views, Ketika Musik dan Fashion Bertemu

Avatar Brigitta N. Ferdiana

Jejak Dunia

Jejakdanarah.com - Video musik “FaSHioN” milik CORTIS resmi menembus 100 juta views di YouTube pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 04.00 waktu Korea Selatan. Pencapaian ini menjadi video musik pertama grup tersebut yang mencapai angka 100 juta penayangan.

Lagu tersebut dirilis pada 8 September 2025 melalui kanal YouTube HYBE Labels sebagai bagian dari album debut CORTIS. Star News Korea melaporkan bahwa capaian YouTube ini datang hampir satu tahun setelah “FaSHioN” diperkenalkan kepada publik.

Perjalanannya di platform musik juga sudah menunjukkan performa kuat. Berdasarkan data yang disampaikan Big Hit Music kepada Edaily, “FaSHioN” melewati 200 juta streams di Spotify pada 27 Juli 2026, sekitar 10 bulan setelah dirilis. Lagu tersebut menjadi karya kedua CORTIS yang mencapai angka itu setelah “GO!”.

Berawal dari Pakaian Vintage

“FaSHioN” memiliki cerita yang cukup personal bagi kelima anggota CORTIS, Martin, James, Juhoon, Seonghyeon, dan Geonho. Ketertarikan mereka terhadap pakaian vintage menjadi salah satu bahan utama dalam lagu tersebut.

Weverse Magazine mencatat bahwa CORTIS sudah mengunjungi kawasan Dongmyo dan Hongdae di Seoul sejak masa trainee. Kedua kawasan itu dikenal sebagai tempat berburu pakaian vintage. Nama Dongmyo dan Hongdae bahkan masuk ke dalam lirik “FaSHioN”.

Bagi James, kegemaran tersebut berkembang menjadi cara memilih pakaian. Dalam wawancaranya dengan Weverse Magazine, ia mengatakan bahwa pakaian vintage menarik karena memiliki jejak dan cerita. Harga mahal maupun merek terkenal bukan ukuran utama; selama sebuah pakaian terlihat bagus dan nyaman dikenakan, ia bisa menjadi pilihan.

Pengalaman itulah yang kemudian masuk ke dalam lagu. “FaSHioN” tidak mengambil fashion sebagai istilah abstrak, melainkan dari tempat yang mereka datangi dan kebiasaan yang mereka jalani.

Lima anggota CORTIS terlihat sedang berlatih koreografi dalam sebuah ruang latihan. Foto: Tangkapan layar YouTube BIGHIT MUSICLima anggota CORTIS terlihat sedang berlatih koreografi dalam sebuah ruang latihan. Foto: Tangkapan layar YouTube BIGHIT MUSIC

CORTIS Membawa Selera Sendiri ke Layar

Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam video musik. CORTIS tampil di lanskap Selandia Baru dan area junkyard dengan rangkaian visual yang bergerak cepat, mengikuti karakter lagu.

Di sisi musik, “FaSHioN” menggabungkan elemen trap dan Southern hip-hop. Star News Korea juga mencatat bahwa liriknya memasukkan berbagai referensi mengenai pakaian vintage dan pengalaman berburu barang yang dekat dengan kehidupan para anggota.

Yang membuat prosesnya semakin personal, CORTIS tidak hanya menjadi performer. Weverse Magazine menyebut kelima anggota ikut membangun karakter fashion grup melalui pilihan item, perpaduan pakaian, hingga gaya masing-masing. Dari sana muncul istilah “CORTIS flavor” di media sosial untuk menggambarkan estetika mereka yang lekat dengan vintage, sporty, Y2K, dan padu padan yang tidak selalu mengikuti aturan styling konvensional.

Gaya tersebut juga terlihat dalam aktivitas mereka di luar panggung. Dalam liputan Vogue, beberapa anggota CORTIS menghabiskan waktu di Paris dengan mengunjungi toko musik dan butik vintage. Perjalanan itu memperlihatkan ketertarikan mereka pada pakaian sekaligus musik yang menjadi bagian dari referensi personal masing-masing.

Fashion Sebagai Bahasa Personal

Menariknya, gaya CORTIS tidak dibangun dari satu formula yang sama. Setiap anggota memiliki kecenderungan berbeda.

Weverse Magazine mencatat bahwa beberapa anggota lebih konsisten dengan potongan atau item tertentu, sementara yang lain lebih sering bereksperimen. Perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari karakter grup secara keseluruhan.

James, misalnya, lebih tertarik pada pakaian yang memiliki sejarah dan karakter. Dalam wawancaranya, ia juga menyebut bahwa kenyamanan tetap menjadi pertimbangan penting karena pakaian yang dipilih harus bisa digunakan dalam keseharian.

Pandangan itu memberi konteks pada “FaSHioN”. Lagu tersebut lahir dari pengalaman yang sederhana, berburu pakaian, mengenali gaya sendiri, dan menemukan sesuatu yang menarik di antara barang-barang lama, kemudian dibawa ke dalam karya musik.

Dari Streaming ke YouTube

Kini perjalanan “FaSHioN” bergerak melalui dua ukuran popularitas yang berbeda.

Di Spotify, lagu tersebut telah melewati 200 juta streams. Di YouTube, video musiknya kini mencapai 100 juta views. Dua angka tersebut muncul dalam rentang waktu hampir satu tahun sejak lagu dirilis.

Bagi CORTIS yang debut pada 2025, pencapaian ini menambah catatan penting dalam perjalanan awal mereka. “FaSHioN” menjadi salah satu karya yang mampu bertahan dan terus ditemukan audiens setelah momentum perilisan awal berlalu.

Pada saat yang sama, lagu tersebut memperlihatkan bagaimana CORTIS memperkenalkan dirinya kepada publik. Mereka membawa pengalaman pribadi ke dalam lirik, menerjemahkannya melalui visual, kemudian membangun gaya yang dapat dikenali dari pilihan pakaian hingga cara mereka tampil.

Seratus juta views akhirnya menjadi penanda terbaru bagi perjalanan itu. “FaSHioN” mempertemukan dua hal yang sejak awal memang dekat dengan CORTIS: musik yang mereka ciptakan dan fashion yang mereka pilih untuk menjadi bagian dari keseharian mereka.

Artikel Terbaru
Senin, 19 Okt 2026 10:56 WIB | Feature

Marriott International Satukan 800 Pelari untuk Dukung Penyintas Kanker Payudara

Road to Give 2026 di Surabaya melibatkan 800 peserta dalam lari amal Marriott International untuk mendukung penyintas kanker payudara melalui RRS. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 23:04 WIB | Bisnis

Shibori, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda lewat Olah Kain

Shibori membuka peluang usaha kreatif anak muda lewat motif kain unik, produk fesyen, dan pemanfaatan kain tidak terpakai dengan pendekatan bernilai tambah. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:25 WIB | Feature

GMNI Surabaya Raya Asah Nalar Kritis Kader Lewat Jurnalistik

GMNI Surabaya Raya dan RLD melatih 28 kader jurnalistik untuk memperkuat nalar kritis, memverifikasi informasi, dan menyusun kritik berbasis data. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:08 WIB | Kabar

Terminal Teluk Lamong Raih Dua Penghargaan Internasional, Petikemas Global Tumbuh 78,69 Persen

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan Global Ports Forum Awards 2026 di Singapura. Arus petikemas internasional tumbuh 78,69 persen hingga Agustus ...
Jumat, 16 Okt 2026 21:19 WIB | Feature

Spaghetti Hitam The Alana Hotel Surabaya, Kreasi Seafood Chef Anton untuk Halloween

The Alana Hotel Surabaya menghadirkan spaghetti hitam kreasi Chef Anton dengan tinta cumi, udang, dan cumi di Oryza Restaurant, 20 Oktober–30 November 2026. ...
Jumat, 16 Okt 2026 13:54 WIB | Feature

Menjelajahi Masa Lalu Surabaya Lewat Living Museum di Kokoon Hotel

Menjelajahi masa lalu Surabaya lewat Living Museum Kokoon Hotel, dengan koleksi artefak perkantoran era 1900-an di kawasan Kota Tua. ...